Senin, 14 September 2015

Makalah : Masalah Ekonomi dan Kaitannya dengan Kelangkaan Kebutuhan Manusia



Masalah Ekonomi
dan Kaitannya dengan Kelangkaan
Kebutuhan Manusia

Makalah
Diajukan sebagai tugas pelajaran ekonomi kelas X
Program MIPA







 



KATA PENGANTAR

            Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Mahaesa karena telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan dengan baik serangkaian makalah berjudul “Masalah Ekonomi dan Kaitannya dengan Kelangkaan Kebutuhan Manusia”. Makalah ini disusun sebagai tugas pelajaran ekonomi kelas X.
            Penulis  mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu segala sesuatunya sehingga penulis dapat menyelesaikan serangkaian makalah, yaitu kepada :
1. Orang tua penulis yang telah mendukung dan mendoakan penulis
2. Para narasumber dari berbagai kalangan yang sudah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini.
            Sebagaimana hasil karya manusia yang tak luput dari kekurangan dan kesempurnaan, penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembelajaran siswa, masyarakat, dan pihak lain yang berkepentingan.









Kudus, 3 Agustus 2015
                                                                                                                      Penulis
DAFTAR ISI


i
 
 
HALAMAN JUDUL .......................................................................................
ii
 
KATAPENGANTAR.......................................................................................
iii
 
DAFTAR ISI....................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN...............................................................................
          1.1 Latar Belakang Masalah ................................................
          1.2 Rumusan Masalah.................................................................
          1.3 Tujuan...........................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN.................
2.1 Masalah Ekonomi
          2.2 Kebutuhan Manusia Tidak Terbatas
             2.2.1 Sifat Alami Manusia
             2.2.2 Tingkat Pendapatan
             2.2.3 Lingkungan Alam
             2.2.4 Lingkungan Sosial
             2.2.5 Keemajuan Teknologi Informasi
             2.2.6 Agama dan Kepercayaan
             2.2.7 Akulturasi Budaya
             2.2.8 Perdagangan Internasional
          2.3 Macam – Macam Kebutuhan Manusia
             2.3.1 Kebutuhan Menurut Intensitas Kegunaan
                2.3.1.1 Kebutuhan Primer
                2.3.1.2 Kebutuhan Sekunder
                2.3.1.3 Kebutuhan Tertier
             2.3.2 Kebutuhan Menurut Waktu
                2.3.2.1 Kebutuhan Sekarang
                2.3.2.2 Kebutuhan Masa Depan
             2.3.3 Kebutuhan Menurut Sifatnya
                2.3.3.1 Kebutuhan Jasmaniah
                2.3.3.2 Kebutuhan Rohaniah
             2.3.4 Kebutuhan Menurut Subjeknya
                2.3.4.1 Kebutuhan Individual
                2.3.4.2 Kebutuhan Kolektiv
          2.4 Alat Pemuas Kebutuhan
             2.4.1 Jenis – Jenis Barang
                2.4.1.1 Jenis Barang Menurut Cara Memperolehnya
                   2.4.1.1.1 Barang Ekonomi
                   2.4.1.1.2 Barang Bebas
                   2.4.1.1.3 Barang Illith
                2.4.1.2 Jenis Barang Menurut Kegunaannya
                   2.4.1.2.1 Barang Konsumsi
2.4.1.2.2 Barang Produksi
  2.4.1.3 Jenis Barang Menurut Proses  Produksinya
                   2.4.1.3.1 Barang Mentah Bahan Baku
                   2.4.1.3.2 barang setengah jadi
                   2.4.1.3.3 barang jadi
    2.4.1.4 jenis barang menurut hubungannya dengan barang lain
                    2.4.1.4.1 barang substitusi
                    2.4.1.4.2 barang komplementer
     2.4.2 Kegunaan barang
        2.4.2.1 kegunaan bahan dasar (Elementary utility)
        2.4.2.2 kegunaan bentuk (Form utility)
        2.4.2.3 kegunaan waktu (time utility)
        2.4.2.4 kegunaan tempat (place utility)
        2.4.2.4 kegunaan kepemilikan (ownership utility)
    2.5 Sumber daya
         2.5.1 macam – macam sumber daya
            2.5.1.1 sumber daya alam
            2.5.1.2 sumber daya manusia
               2.5.1.2.1 akhlak yang baik
               2.5.1.2.2 keahlian
               2.5.1.2.3 kekuatan fisik
            2.5.1.3 sumber daya modal
               2.5.1.3.1 modal menurut pemiliknya
                  2.5.1.3.1.1 modal perseorangan
                  2.5.1.3.1.2 modal masyarakat
               2.5.1.3.2 modal menurut wujudnya
                  2.5.1.3.2.1 konkret
                  2.5.1.3.2.2 abstrak
               2.5.1.3.3 Modal menurut bentuknya
                  2.5.1.3.3.1 Uang
                  2.5.1.3.3.2 Barang
               2.5.1.3.4 Modal menurut sifatnya
                  2.5.1.3.4.1 Modal tetap
                  2.5.1.3.4.2 Modal lancar
               2.5.1.3.5 Modal menurut Sumbernya
                  2.5.1.3.5.1 Modal sendiri
                  2.5.1.3.5.2 Modal pinjaman
 2.6 Kelangkaan Sumber Daya
 2.7 Pemanfaatan Sumber Daya
   2.8 Masalah pokok ekonomi
      2.8.1 Barang dan jasa apa yang akan diproduksi (What)
      2.8.2 Bagaimana cara memproduksi ( How )
      2.8.3 Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan  ( for Whom )
2.9. Biaya Peluang (Opportunity Cost)


BAB 1
PENDAHULUAN
     




1.1. Latar Belakang Masalah
 Manusia sering mengeluhkan hidupnya memiliki banyak sekali masalah. Tidak seorang pun yang hidup di dunia ini yang tidak memiliki masalah baik masalah kecil maupun masalah yang besar yang dapat mengancam kehidupannya. Apakah yang menyebabkan permasalahan itu timbul? Bagaimana cara mengatasinya?
Manusia secara alami memiliki banyak sekali kebutuhan yang harus dipenuhi, namun di sisi lain alat pemuas kebutuhan tersebut sangat terbatas. Dari kesenjangan itulah kemudian timbul masalah ekonomi. Tidak setiap masalah berdampak negatif bagi kita. Masalah ekonomi memacu kita untuk dapat menyelesaikannya dan mendorong untuk memanfaatkan seluruh potensi diri dan lingkungannya. Hal ini yang akan membawa bangsa kita pada kemajuan. Walaupun demikian, jika kita salah memanfaatkan seluruh potensi tersebut, hal itu dapat juga membawa ke arah kehancuran.

1.2. Rumusan Masalah
      1. Apa pengertian dari masalah ekonomi ?
      2. Apa pengertian dan faktor penyebab kebutuhan ?
      3. Apa pengertian dan faktor penyabab kelangkaan ?
      4. Apa pengertian biaya peluang ?

1.3. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah
     1. Dapat mengetahui pengertian masalah ekonomi
     2. Dapat mengetahui pengertian kebutuhan
     3. Dapat mengetahui faktor penyebab kebutuhan
     4. Dapat mengetahui pengertian kelangkaan
     5. Dapat mengetahui faktor penyebab kelangkaan
     6. Dapat mengetahui pengertian biaya peluang
 




BAB 2
PEMBAHASAN




2.1. Masalah Ekonomi
Para ahli mengartikan bahwa masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jadi, semakin banyak kita memiliki harapan, semakin banyak pula harapan yang mungkin tidak terkabul. Hal tersebut yang biasanya akan menimbulkan masalah. Masalah ekonomi sendiri mempunyai pengertian masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari – hari baik dalam masalah jual beli, tawar menawar atau ekspor impor.

2.2. Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas
Kebutuhan timbul karena adanya tuntutan fisik dan atau psikis agar dapat hidup layak sebagai manusia sehingga kebutuhan manusia sangat beraneka ragam dan sering tidak dapat dipuaskan. Hal ini menyebabkan kebutuhan menjadi tidak terbatas.
Kebutuhan adalah hasrat yang timbul dalam diri manusia yang jika tidak  terpenuhi  dapat  memengaruhi   kelangsungan     hidupnya. Kebutuhan manusia yang tidak terbatas dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :

     2.2.1. Sifat alami manusia
Sudah menjadi sifat alami manusia untuk tidak cepat puas pada segala sesuatu yang sudah dimilikinya. Ketika sudah mendapatkan sesuatu maka akan muncul kebutuhan lainnya seiring dengan situasi dan kondisi.

2.2.2. Tingkat pendapatan
 Semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang semakin banyak kebutuhan hidupnya. Misalnya, kebutuhan seorang pengusaha kaya berbeda dengan kebutuhan para karyawannya.

2.2.3. Lingkungan Alam
Untuk dapat bertahan hidup maka manusia selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dan kebutuhan hidupnya dengan keadaan alam sekitarnya. Kebutuhan hidup di daerah dingin akan berbeda dibandingkan dengan kebutuhan hidup di daerah tropis, baik dari segi makanan, pakaian maupun perumahan.


2.2.4. Lingkungan sosial
Secara naluriah manusia mempunyai kebiasaan meniru tingkah laku orang lain sehingga jumlah dan jenis kebutuhan hidupnya juga akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Seseorang yang tinggal di lingkungan ekonomi tinggi akan terpacu dirinya untuk dapat menyesuaikan dengan lingkungan sosialnya.

2.2.5. Kemajuan teknologi informasi
     Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan kepada seseorang untuk mendapatkan informasi sekaligus membeli suatu barang. Hal tersebut dapat mendorong bertambahnya kebutuhan seseorang.

2.2.6. Agama dan kepercayaan
Perbedaan agama dan kepercayaan yang dianut seseorang mengakibatkan timbulnya berbagai macam kebutuhan yang berbeda sesuai dengan norma agama yang dianutnya.

2.2.7. Akulturasi budaya
Kebudayaan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan hidup seseorang baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan yang datangnya dari luar. Hal ini menyebabkan terbentuknya pola perilaku dan kebiasaan yang berbeda yang akan menimbulkan berbagai macam kebutuhan.

2.2.8. Perdagangan internasional
Adanya perdagangan internasional menimbulkan terjadinya aliran barang dari luar negeri yang dapat mendorong peningkatan kebutuhan hidup.

2.3.  Macam-macam Kebutuhan Manusia
      2.3.1. Kebutuhan menurut Intensitas Kegunaan
          2.3.1.1. Kebutuhan primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang jika tidak terpenuhi      akan mengganggu kelangsungan manusia. Yang termasuk kebutuhan primer adalah makan, minum, pakaian, rumah, dan kesehatan.

           2.3.1.2. Kebutuhan sekunder
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang sangat penting, tetapi jika tidak terpenuhi tidak mengganggu kelangsungan hidup. Misalnya, telepon dan sarana angkutan.


         2.3.1.3. Kebutuhan tertier
Kebutuhan tertier adalah kebutuhan akan barang mewah. Kebutuhan ini lebih cenderung ditujukan untuk menunjukkan status sosial atau prestise seseorang di mata masyarakat. Penafsiran terhadap kebutuhan menurut intensitasnya dapat berbeda pada setiap orang. Bagi orang berpenghasilan tinggi mobil pribadi adalah kebutuhan sekunder, tetapi bagi yang berpenghasilan rendah mobil tersebut menjadi kebutuhan tertier.

2. 3.2. Kebutuhan Menurut Waktu
2.3.2.1.Kebutuhan sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda. Misalnya, obat bagi orang yang sakit.

2.3.2.2. Kebutuhan masa depan
Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat dilakukan di kemudian hari dan dapat ditunda karena sifatnya tidak mendesak. Misalnya, tabungan dan jas hujan pada musim panas.

  2.3.3. Kebutuhan Menurut Sifatnya
2.3.3.1. Kebutuhan jasmaniah
Kebutuhan jasmaniah adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik. Misalnya,makan, olahraga, dan istirahat.

2.3.3.2. Kebutuhan rohaniah
Kebutuhan rohaniah adalah kebutuhan yang bersifat rohani, berhubungan dengan jiwa manusia. Misalnya, beribadah, bersosialisasi, rekreasi, dan hiburan.

2.3.4. Kebutuhan Menurut Subjek
2.3.4.1. Kebutuhan individual
Kebutuhan Individual adalah kebutuhan perseorangan atau individu. Misalnya, seseorang membutuhkan alat bantu dengar atau kacamata.

2.3.4.2. Kebutuhan kolektif
Kebutuhan Kolektif adalah kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Misalnya, jalan raya, rumah sakit, dan sekolah.


2.4. Alat Pemuas Kebutuhan
Alat pemuas kebutuhan manusia lazimnya disebut produk, yang berupa barang (goods) dan jasa (service). Penggolongan produk menjadi barang dan jasa tersebut berdasarkan atas wujudnya. Alat pemuas kebutuhan berupa barang adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang sifatnya berwujud, dapat dilihat dan diraba. Contohnya, komputer, tas, buku, dan rumah. Alat pemuas kebutuhan berupa jasa adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak berwujud. Contohnya, jasa dokter, guru, arsitek, tukang cukur, dan sopir taksi.

2.4.1. Jenis-jenis Barang
Selain menurut wujudnya, alat pemuas kebutuhan dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis. Jenis-jenis alat pemuas kebutuhan tersebut, antara lain sebagai berikut.

     2.4.1.1. Jenis barang menurut cara memperolehnya
Pemuas kebutuhan dapat dibedakan menurut besarnya pengorbanan yang kita lakukan untuk memperolehnya.

2.4.1.1.1. Barang ekonomi
Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya memerlukan sejumlah pengorbanan tertentu yang biasanya berupa uang. Misalnya, untuk memperoleh makanan kita harus mengeluarkan sejumlah uang. Uang tersebut adalah sebuah pengorbanan.

2.4.1.1.2. Barang bebas
Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang tersedia hampir tidak terbatas sehingga untuk memperolehnya kita tidak membutuhkan pengorbanan dan dapat mengambilnya begitu saja di alam. Misalnya, udara untuk bernapas, pasir di padang pasir, dan es di kutub.

2.4.1.1.3. Barang illith
Barang illith adalah barang yang dibutuhkan tapi jika barang ini melebihi dari yang dibutuhkan justru akan merugikan dan berbahaya. Misalnya, air dan api.



2.4.1.2. Jenis barang menurut kegunaannya
Menurut kegunaannya, barang atau alat pemuas kebutuhan dapatdigolongkan menjadi dua.

2.4.1.2.1. Barang konsumsi
Barang konsumsi adalah barang siap pakai karena manfaatnya langsung dapat diambil. Misalnya, makanan, minuman, danpakaian.

2.4.1.2.2. Barang produksi
Barang produksi adalah barang yang berguna untuk menghasilkan barang yang lain. Barang produksi merupakan istilah lain dari barang modal. Misalnya, mesin jahit dan radio.

2.4.1.3. Jenis barang menurut proses produksinya
Menurut proses produksinya, barang dapat dibedakan sebagai berikut.

2.4.1.3.1. Barang mentah (bahan baku)
Barang mentah adalah bahan dasar untuk membuat barang lain. Barang ini sama sekali belum mengalami proses pengolahan. Misalnya, kapas, kayu, dan hasil tambang.

2.4.1.3.2. Barang setengah jadi
Barang setengah jadi adalah barang yang telah melalui proses pengolahan, tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan karena belum menjadi produk akhir. Misalnya, kainuntuk membuat pakaian, besi untuk untuk membuat pisau, danterigu untuk membuat kue.

                         2.4.1.3.3. Barang jadi
Barang jadi merupakan produk akhir yang telah melalui proses pengolahan dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi sampai menjadi barang yang siap pakai untuk memenuhi kebutuhan manusia.

  2.4.1.4. Jenis barang menurut hubungannya dengan barang   lain
Setiap barang pemuas kebutuhan mempunyai hubungan dengan barang lainnya sesuai dengan fungsi dan peranannya, yaitu sebagaiberikut.
2.4.1.4.1. Barang substitusi
Barang substitusi adalah barang pemuas kebutuhan yang fungsinya dapat menggantikan barang lain atau dapat saling menggantikan. Contohnya, gas dapat menggantikan minyak tanah sebagai bahan bakar.

2.4.1.4.2. Barang komplementer
Barang komplementer adalah barang pemuas kebutuhan yang akan bermanfaat apabila dipakai bersama-sama dengan benda yang lain. Misalnya, mobil dengan bensin, jarum dengan benang, dan kompor dengan minyak tanah.

2.4.2. Kegunaan Barang
Setiap barang mempunyai nilai guna atau manfaat tersendiri atau sering juga disebut utilitas (utility). Pada dasarnya manusia melakukan suatu proses produksi untuk meningkatkan nilai guna suatu barang. Nilai guna suatu barang dapat ditingkatkan tidak saja karena diubah dari bahan mentah menjadi barang setengah jadi, dan kemudian diubah lagi menjadi barang jadi, tetapi setelah menjadi barang jadi pun nilai gunanya dapat terus ditingkatkan.
Oleh karena itu, banyak perusahaan yang melakukan berbagai macam inovasi pada barang-barang yang diproduksinya untuk semakin meningkatkan nilai guna barang tersebut. Misalnya, perkembangan telepon seluler (handphone) yang semakin lama semakin canggih, beragam kegunaannya, serta semakin memudahkan proses kerja manusia. Kegunaan barang umumnya dapat digolongkan sebagai berikut.

2.4.2.1. Kegunaan bahan dasar (Elementary utility)
Kegunaan bahan dasar berarti suatu barang dirasakan kegunaannya karena memiliki bahan dasar tertentu. Misalnya, pasir kuarsa berguna karena mengandung bahan dasar untuk pembuatan kaca.

2.4.2.2. Kegunaan bentuk (Form utility)
Kegunaan bentuk berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi karena perubahan bentuknya. Misalnya, kegunaan sebatang kayu akan meningkat setelah diubah bentuknya menjadi kursi.

2.4.2.3. Kegunaan waktu (Time utility)
Kegunaan waktu berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika digunakan pada waktu yang tepat. Misalnya, jas hujan dan  payung berguna pada saat musim hujan.
2.4.2.4. Kegunaan tempat (Place utility)
Kegunaan tempat berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada tempat yang tepat. Misalnya, perahu berguna ketika berada di lautan.

2.4.2.5. Kegunaan kepemilikan (Ownership utility)
Kegunaan kepemilikan berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada pemilik yang tepat. Misalnya, jala lebih berguna bagi seorang nelayan daripada bagi seorang dokter.

2.5. Sumber Daya
2.5.1.Macam-macam Sumber Daya
Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya manusia harus dapat memanfaatkan sumber daya yang ada seoptimal mungkin. Ada beberapa macam sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

2.5.1.1. Sumber daya alam
Sumber daya alam adalah segala yang ada di alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Alam adalah karunia yang diberikan oleh Tuhan yang akan membawa manfaat besar jika dikelola secara bijaksana. Namun, jika sumber daya ini dieksploitasi secara tidak bertanggung jawab, dapat mendatangkan bencana yang besar pula. Banyak negara yang kecil, tetapi kaya raya karena memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dikelola dengan baik. Misalnya, Brunei Darussalam memiliki sumber daya alam minyak bumi.

2.5.1.2. Sumber daya manusia
Manusia selain sebagai konsumen bagi barang dan jasa juga merupakan sumber daya yang membawa manfaat besar bagi masyarakat apabila kemampuannya dimanfaatkan secara maksimal sebab manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan diberikan kelebihan berupa kecerdasan dan hati nurani. Negara-negara yang memiliki sumber daya alam yang kurang, tetapi memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dapat menjadi negara yang menguasai perekonomian dunia. Misalnya, Jepang dan Singapura. Sumber daya manusia yang berkualitas harus memenuhi unsur - unsur seperti berikut.

2.5.1.2.1. Akhlak yang baik
Akhlak yang baik dapat mendasari segala tingkah laku manusia untuk senantiasa melakukan yang terbaik, jujur, adil, serta berusaha untuk tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Sehingga keberadaannya akan selalu berguna dan tidak sia-sia.

2.5.1.2.2. Keahlian
Manusia yang memiliki keahlian akan dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan target yang telah ditentukan baik dalam segi waktu maupun kualitas. Jadi, manusia yang mempunyai keahlian akan sangat berguna untuk dapat menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas.

2.5.1.2.3. Kekuatan fisik
Kekuatan fisik manusia akan sangat berguna jika diarahkan pada hal-hal yang positif.

2.5.1.3. Sumber daya modal
Modal adalah segala yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Modal dapat meliputi uang, teknologi, peralatan, mesin-mesin, tanah, informasi, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya perhatikan macam-macam modal berikut ini.

2.5.1.3.1. Modal menurut pemiliknya
2.5.1.3.1.1. Modal perseorangan
Modal Perorangan artinya modal tersebut dimiliki oleh perseorangan. Misalnya, gedung dan kendaraan.

2.5.1.3.1.2. Modal masyarakat
Modal Masyarakat artinya modal tersebut dimiliki oleh banyak orang dan untuk kepentingan orang banyak. Misalnya, jalan dan jembatan.

2.5.1.3.2. Modal menurut wujudnya
2.5.1.3.2.1. Konkret
Konkret artinya modal yang jelas wujudnya, tetapi dapat dilihat. Misalnya, gedung, mesin, dan peralatan.

2.5.1.3.2.2. Abstrak
Abstrak artinya modal yang tidak terlihat, tetapi kegunaannya dapat dirasakan. Misalnya, nama baik perusahaan, keahlian karyawan, dan hak cipta.

2.5.1.3.3. Modal menurut bentuknya
2.5.1.3.3.1. Uang
Uang artinya modal berupa dana.

2.5.1.3.3.2. Barang
Barang artinya modal berupa alat yang digunakan dalam proses produksi. Misalnya, mesin, gedung, dan kendaraan.

2.5.1.3.4. Modal menurut sifatnya
2.5.1.3.4.1. Modal tetap
 Modal tetap artinya modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali masa produksi. Misalnya, mesin, kendaraan, dan gedung.

2.5.1.3.4.2. Modal lancar
Modal lancar artinya modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan baku, kertas, dan bahan bakar mesin.

2.5.1.3.5. Modal menurut sumbernya
2.5.1.3.5.1. Modal sendiri
Modal sendiri artinya modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Misalnya, saham dan tabungan.

2.5.1.3.5.2. Modal pinjaman
Modal pinjaman artinya modal pinjaman dari pihak lain.

2.6. Kelangkaan Sumber Daya (Scarcity)
Sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sangat terbatas. Kalaupun sumber daya dapat diperbarui, hal itu memerlukan waktu yang sangat lama sehingga tidak dapat mengejar kebutuhan manusia yang semakin bertambah. Sumber daya memiliki sifat-sifat khusus, yaitu merupakan barang langka (scarce) karena jumlahnya terbatas, dapat dipakai dalam penggunaan yang berbeda, dan dapat dikombinasikan dalam berbagai perbandingan untuk menghasilkan barang tertentu. Hal di atas menyebabkan manusia dituntut untuk menggunakan sumbersumber daya tersebut secara cermat dan tepat serta harus tunduk kepada Hukum Kelangkaan (The Law of Scarcity), yang menyatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan tertentu orang harus mengorbankan sesuatu yang lebih dahulu.


2.7. Pemanfaatan Sumber Daya
Sesuai dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia, yaitu sistem demokrasi ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam pun harus berdasarkan kepentingan rakyat banyak. Pemanfaatan sumber daya alam diatur dalam TAP MPR No. IV/MPR/1999 sebagai berikut.
·         Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan, dan investasi dalam rangka meningkatkan daya saing global dengan membuka aksessibilitas yang sama terhadap kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap rakyat dan seluruh daerah melalui keunggulan kompetitif terutama yang berbasis keunggulan sumber daya alam dengan menghapus segala bentuk perlakuan diskriminatif dan hambatan.
·         Mengembangkan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman sumber daya bahan pangan, kelembagaan serta budaya lokal dalam rangka menjamin tersedianya pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu yang dibutuhkan pada tingkat harga yang terjangkau, dengan memerhatikan peningkatan pendapatan petani dan nelayan serta peningkatan produksi yang diatur oleh undang-undang.
·         Meningkatkan persediaan dan pemanfaatan sumber energi dan tenaga listrik yang relatif murah serta ramah lingkungan dan secara berkelanjutan yang pengelolaannya diatur dengan undang-undang.
·         Mengembangkan kebijakan pertanahan untuk meningkatkan pemanfaatan dan penggunaan tanah secara adil, transparan, dan produktif dengan menyamakan hak-hak rakyat setempat, termasuk hak ulayat (wilayah) yang sesuai dan seimbang.
·         Meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik, termasuk transportasi, telekomunikasi, energi, listrik, dan air bersih guna mendorong pemerataan pembangunan, melayani kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, serta membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan terpencil.
·         Mengembangkan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan terpadu yang diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja,peningkatan pengupahan, penjaminan kesejahteraan, perlindungan kerja, dan kebebasan berserikat.
·         Meningkatkan kuantitas dan kualitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan memerhatikan kompetensi, perlindungan, dan pembelaan tenaga kerja.




2.8. Masalah Pokok Ekonomi
Sumber daya yang terbatas menimbulkan paling sedikit tiga masalah pokok dalam perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi. Tiga masalah pokok tersebut adalah sebagai berikut.

2.8.1. Barang dan jasa apa yang akan diproduksi ( What )
Masalah pokok ekonomi yang membutuhkan pemecahan di antaranya adalah barang apa yang akan diproduksi? Barang primer, sekunder, tertier atau ketiganya? Mana yang paling dibutuhkan? Berapa banyak dari masing - masing barang tersebut diproduksi?
Dengan sumber daya yang tersedia produsen harus mampu memutuskan penggunaan barang tersebut untuk sumber daya. Misalnya terdapat sebidang tanah, digunakan untuk apa tanah tersebut? Apakah untuk bercocok tanam? Membangun rumah atau pabrik? Keputusan yang tepat dapat mengatasi beberapa masalah ekonomi dan menekan sedikit kemungkinan timbulnya masalah baru.

      2.8.2. Bagaimana cara memproduksi (How)
Pertanyaan ini menyangkut teknik produksi yang diterapkan dan kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi atau sumber daya alam yang ada di dalam proses produksi. Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu mengombinasikannya bahkan sampai kepada penentu pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam proses produksi.

2.8.3. Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan  ( for Whom )
Pertanyaan ini menyangkut masalah untuk siapa atau lapisan masyarakat yang mana yang menikmati barang dan jasa yang diberikan. Apakah setiap warga negara mendapat bagian yang sama atau berbeda? Apakah pendapatan nasional telah diretribusikan secara adil? Apakah proyek tertentu perlu dilaksanakan agar setiap penduduk dapat mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

Ketiga masalah di atas, yaitu what, how, dan for whom bersifat fundamental dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya serta selalu dihadapi oleh setiap negara, baik negara sedang berkembang maupun negara yang sudah maju. Namun, tidak semua perekonomian dapat memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama.  Kemungkinan-kemungkinan produksi setiap negara untuk memecahkan masalah-masalah pokok yang dihadapai oleh setiap negara tergantung dari sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing negara.

2.9. Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Masalah ekonomi yang dihadapi oleh menusia mendorong manusia untuk selalu bersikap rasional dalam menentukan berbagai pilihan, agar sumber daya alam yang dimilikinya dapat digunakan untuk memuaskan kebutuhan hidup dengan semaksimal mungkin. Dalam ekonomi dikenal istilah biaya peluang (Opportunity Cost).
Biaya peluang adalah biaya yang timbul akibat memilih sebuah peluang terbaik dari beberapa alternatif yang tersedia. Ketika seseorang dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan dan harus memilih salah satu di antaranya maka alternatif yang tidak dipilihnya itulah yang menjadi biaya peluang. Seperti juga yang terjadi pada salah satu faktor produksi yaitu tenaga kerja, jika seorang pekerja mengambil salah satu kesempatan atau peluang untuk melakukan suatu produksi maka secara bersamaan dia akan kehilangan peluang untuk melakukan produksi pada bidang lain. Kehilangan kesempatan itulah yang disebut opportunity cost atau biaya peluang.
Setiap orang harus selalu berusaha untuk mendapatkan manfaat tertinggi dari setiap alternatif pilihan dan mengambil biaya peluang yang terendah. Contoh lain dari opportunity cost pada kesempatan kerja adalah Faris ditawari untuk bekerja di suatu perusahaan dengan gaji Rp1.000.000,00 per bulan. Di sisi lain Faris memiliki kemampuan secara keahlian dan modal untuk melakukan produksi suatu barang dengan peluang mendapatkan laba Rp5.000.000,00 per bulan, tetapi setelah melalui proses produksi dan promosi selama 4 bulan. Dari ilustrasi di atas, jika Faris lebih memilih mengambil peluang untuk melakukan produksi sendiri maka dia telah kehilangan peluang untuk bekerja pada orang lain dengan gaji Rp1.000.000,00 selama 4 bulan. Itulah yang dimaksud. dengan biaya peluang. Jadi besarnya biaya peluang bagi Faris selama 4 bulan adalah 4 x Rp1.000.000,00, yaitu Rp4.000.000,00.












3 komentar:

  1. hal yang tidak pernah terbayangkan kini menjadi kenyataan,dengan keluarga saya untuk KI Sunan Jati kami ucapkan banyak terimah kasih karna berkat BANTUAN KI Sunan Jati ALHAMDULILLAH keluarga kami bisa lepas dari segala HUTANG HUTANG alhamdulillah Dana GOIB yang saya minta sama beliau 900,jt BENAR BENAR ada di tangang saya dalam sekejap ALLHAMDULILLAH saya bisa menutupi semua hutang hutang saya dan saya juga sudah buka usaha sendiri kami tidak menduga KI Sunan Jati TELAH MERUBAH NASIB KAMI DALAM SEKEJAP.dan hanya KI Sunan Jati Lah DUKUN YANG PALING BERSEJARAH DI KELUARGA KAMI.ini adalah benar benar kisah nyata dari saya.dan saya tidak malu menceritakan,nya.semua tentang kesusahan yg perna saya jalani.karna di situlah saya mulai berfikir bahwa mungkin masih banyak saudara kami yang membutuhkan bantuan seperti saya.yang ingin seperti saya silahkan hub KI Sunan Jati DI NOMOR 082_349_535_132

    BalasHapus
  2. I got my already programmed and blanked ATM card to withdraw the maximum of $1,000 daily for a maximum of 20 days. I am so happy about this because i got mine last week and I have used it to get $20,000. Mike Fisher Hackers is giving out the card just to help the poor and needy though it is illegal but it is something nice and he is not like other scam pretending to have the blank ATM cards. And no one gets caught when using the card. get yours from Mike Fisher Hackers today! *email cyberhackingcompany@gmail.com


    BalasHapus