Masalah Ekonomi
dan Kaitannya dengan Kelangkaan
Kebutuhan Manusia
Makalah
Diajukan sebagai tugas pelajaran ekonomi kelas X
Program MIPA
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Mahaesa karena telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya, kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan dengan baik serangkaian makalah berjudul “Masalah Ekonomi dan Kaitannya dengan Kelangkaan
Kebutuhan Manusia”. Makalah ini disusun
sebagai tugas pelajaran ekonomi kelas X.
Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu segala sesuatunya sehingga
penulis dapat menyelesaikan serangkaian
makalah, yaitu kepada :
1. Orang tua penulis yang telah
mendukung dan mendoakan penulis
2. Para narasumber dari
berbagai kalangan yang sudah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini.
Sebagaimana hasil
karya manusia yang tak luput dari kekurangan dan kesempurnaan, penulis mengharapkan
kritik dan saran dari berbagai pihak. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembelajaran
siswa, masyarakat, dan pihak lain yang berkepentingan.
Kudus, 3 Agustus 2015
Penulis
DAFTAR ISI
|
HALAMAN JUDUL
.......................................................................................
|
|
BAB 1 PENDAHULUAN...............................................................................
1.1 Latar Belakang Masalah
................................................
1.2 Rumusan Masalah.................................................................
1.3 Tujuan...........................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN.................
2.1 Masalah Ekonomi
2.2 Kebutuhan Manusia Tidak Terbatas
2.2.1 Sifat Alami Manusia
2.2.2 Tingkat Pendapatan
2.2.3 Lingkungan Alam
2.2.4 Lingkungan Sosial
2.2.5 Keemajuan Teknologi
Informasi
2.2.6 Agama dan Kepercayaan
2.2.7 Akulturasi Budaya
2.2.8 Perdagangan
Internasional
2.3 Macam – Macam
Kebutuhan Manusia
2.3.1 Kebutuhan Menurut
Intensitas Kegunaan
2.3.1.1 Kebutuhan Primer
2.3.1.2 Kebutuhan Sekunder
2.3.1.3 Kebutuhan Tertier
2.3.2 Kebutuhan Menurut Waktu
2.3.2.1 Kebutuhan Sekarang
2.3.2.2 Kebutuhan Masa Depan
2.3.3 Kebutuhan Menurut
Sifatnya
2.3.3.1 Kebutuhan Jasmaniah
2.3.3.2 Kebutuhan Rohaniah
2.3.4 Kebutuhan Menurut
Subjeknya
2.3.4.1 Kebutuhan Individual
2.3.4.2 Kebutuhan Kolektiv
2.4 Alat Pemuas Kebutuhan
2.4.1 Jenis – Jenis Barang
2.4.1.1 Jenis Barang Menurut Cara Memperolehnya
2.4.1.1.1 Barang Ekonomi
2.4.1.1.2 Barang Bebas
2.4.1.1.3 Barang Illith
2.4.1.2 Jenis Barang Menurut Kegunaannya
2.4.1.2.1 Barang Konsumsi
2.4.1.2.2 Barang Produksi
2.4.1.3 Jenis Barang Menurut Proses Produksinya
2.4.1.3.1 Barang Mentah Bahan Baku
2.4.1.3.2 barang setengah jadi
2.4.1.3.3 barang jadi
2.4.1.4 jenis barang
menurut hubungannya dengan barang lain
2.4.1.4.1
barang substitusi
2.4.1.4.2
barang komplementer
2.4.2
Kegunaan barang
2.4.2.1 kegunaan
bahan dasar (Elementary utility)
2.4.2.2 kegunaan bentuk (Form utility)
2.4.2.3
kegunaan waktu (time utility)
2.4.2.4 kegunaan tempat (place utility)
2.4.2.4 kegunaan kepemilikan (ownership utility)
2.5 Sumber daya
2.5.1 macam – macam sumber
daya
2.5.1.1 sumber daya alam
2.5.1.2 sumber daya manusia
2.5.1.2.1 akhlak yang baik
2.5.1.2.2 keahlian
2.5.1.2.3 kekuatan fisik
2.5.1.3 sumber daya
modal
2.5.1.3.1 modal menurut
pemiliknya
2.5.1.3.1.1
modal perseorangan
2.5.1.3.1.2 modal masyarakat
2.5.1.3.2 modal menurut wujudnya
2.5.1.3.2.1 konkret
2.5.1.3.2.2 abstrak
2.5.1.3.3 Modal menurut bentuknya
2.5.1.3.3.1 Uang
2.5.1.3.3.2 Barang
2.5.1.3.4 Modal menurut sifatnya
2.5.1.3.4.1 Modal tetap
2.5.1.3.4.2 Modal lancar
2.5.1.3.5 Modal menurut Sumbernya
2.5.1.3.5.1 Modal sendiri
2.5.1.3.5.2 Modal pinjaman
2.6
Kelangkaan Sumber Daya
2.7
Pemanfaatan Sumber Daya
2.8 Masalah pokok
ekonomi
2.8.1 Barang dan jasa apa yang akan diproduksi (What)
2.8.2 Bagaimana cara memproduksi ( How )
2.8.3 Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan ( for Whom )
2.9. Biaya Peluang
(Opportunity Cost)
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Manusia sering mengeluhkan hidupnya memiliki
banyak sekali masalah. Tidak seorang pun yang hidup di dunia ini yang tidak
memiliki masalah baik masalah kecil maupun masalah yang besar yang dapat
mengancam kehidupannya. Apakah yang menyebabkan permasalahan itu timbul?
Bagaimana cara mengatasinya?
Manusia secara alami memiliki banyak sekali
kebutuhan yang harus dipenuhi, namun di sisi lain alat pemuas kebutuhan
tersebut sangat terbatas. Dari kesenjangan itulah kemudian timbul masalah
ekonomi. Tidak setiap masalah berdampak negatif bagi kita. Masalah ekonomi
memacu kita untuk dapat menyelesaikannya dan mendorong untuk memanfaatkan
seluruh potensi diri dan lingkungannya. Hal ini yang akan membawa bangsa kita
pada kemajuan. Walaupun demikian, jika kita salah memanfaatkan seluruh potensi
tersebut, hal itu dapat juga membawa ke arah kehancuran.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari masalah ekonomi ?
2. Apa pengertian dan faktor penyebab
kebutuhan ?
3. Apa pengertian dan faktor penyabab
kelangkaan ?
4. Apa pengertian biaya peluang ?
1.3. Tujuan
Adapun tujuan
penulisan makalah ini adalah
1. Dapat mengetahui pengertian masalah
ekonomi
2. Dapat mengetahui pengertian kebutuhan
3. Dapat mengetahui faktor penyebab
kebutuhan
4. Dapat mengetahui pengertian kelangkaan
5. Dapat mengetahui faktor penyebab
kelangkaan
6. Dapat mengetahui pengertian biaya
peluang
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Masalah Ekonomi
Para ahli mengartikan bahwa masalah adalah
kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jadi, semakin banyak kita memiliki
harapan, semakin banyak pula harapan yang mungkin tidak terkabul. Hal tersebut
yang biasanya akan menimbulkan masalah. Masalah ekonomi sendiri mempunyai
pengertian masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari – hari baik dalam
masalah jual beli, tawar menawar atau ekspor impor.
2.2. Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas
Kebutuhan timbul karena adanya tuntutan fisik
dan atau psikis agar dapat hidup layak sebagai manusia sehingga kebutuhan manusia
sangat beraneka ragam dan sering tidak dapat dipuaskan. Hal ini menyebabkan
kebutuhan menjadi tidak terbatas.
Kebutuhan adalah hasrat
yang timbul dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi dapat memengaruhi kelangsungan hidupnya. Kebutuhan manusia yang tidak
terbatas dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :
2.2.1.
Sifat alami manusia
Sudah menjadi
sifat alami manusia untuk tidak cepat puas pada segala sesuatu yang sudah
dimilikinya. Ketika sudah mendapatkan sesuatu maka akan muncul kebutuhan
lainnya seiring dengan situasi dan kondisi.
2.2.2. Tingkat
pendapatan
Semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang
semakin banyak kebutuhan hidupnya. Misalnya, kebutuhan seorang pengusaha kaya
berbeda dengan kebutuhan para karyawannya.
2.2.3.
Lingkungan Alam
Untuk dapat
bertahan hidup maka manusia selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dan
kebutuhan hidupnya dengan keadaan alam sekitarnya. Kebutuhan hidup di daerah
dingin akan berbeda dibandingkan dengan kebutuhan hidup di daerah tropis, baik
dari segi makanan, pakaian maupun perumahan.
2.2.4.
Lingkungan sosial
Secara naluriah
manusia mempunyai kebiasaan meniru tingkah laku orang lain sehingga jumlah dan
jenis kebutuhan hidupnya juga akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan
sosialnya. Seseorang yang tinggal di lingkungan ekonomi tinggi akan terpacu
dirinya untuk dapat menyesuaikan dengan lingkungan sosialnya.
2.2.5. Kemajuan
teknologi informasi
Perkembangan teknologi informasi
memberikan kemudahan kepada seseorang untuk mendapatkan informasi sekaligus
membeli suatu barang. Hal tersebut dapat mendorong bertambahnya kebutuhan
seseorang.
2.2.6. Agama dan
kepercayaan
Perbedaan agama
dan kepercayaan yang dianut seseorang mengakibatkan timbulnya berbagai macam
kebutuhan yang berbeda sesuai dengan norma agama yang dianutnya.
2.2.7.
Akulturasi budaya
Kebudayaan
sangat berpengaruh terhadap kebutuhan hidup seseorang baik kebudayaan sendiri
maupun kebudayaan yang datangnya dari luar. Hal ini menyebabkan terbentuknya
pola perilaku dan kebiasaan yang berbeda yang akan menimbulkan berbagai macam
kebutuhan.
2.2.8.
Perdagangan internasional
Adanya
perdagangan internasional menimbulkan terjadinya aliran barang dari luar negeri
yang dapat mendorong peningkatan kebutuhan hidup.
2.3. Macam-macam Kebutuhan Manusia
2.3.1. Kebutuhan
menurut Intensitas Kegunaan
2.3.1.1. Kebutuhan primer
Kebutuhan primer
adalah kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan mengganggu kelangsungan manusia. Yang
termasuk kebutuhan primer adalah makan, minum, pakaian, rumah, dan kesehatan.
2.3.1.2. Kebutuhan sekunder
Kebutuhan
sekunder adalah kebutuhan yang sangat penting, tetapi jika tidak terpenuhi
tidak mengganggu kelangsungan hidup. Misalnya, telepon dan sarana angkutan.
2.3.1.3.
Kebutuhan tertier
Kebutuhan
tertier adalah kebutuhan akan barang mewah. Kebutuhan ini lebih cenderung
ditujukan untuk menunjukkan status sosial atau prestise seseorang di mata
masyarakat. Penafsiran terhadap kebutuhan menurut intensitasnya dapat berbeda
pada setiap orang. Bagi orang berpenghasilan tinggi mobil pribadi adalah
kebutuhan sekunder, tetapi bagi yang berpenghasilan rendah mobil tersebut
menjadi kebutuhan tertier.
2. 3.2. Kebutuhan Menurut Waktu
2.3.2.1.Kebutuhan
sekarang
Kebutuhan
sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat
ditunda. Misalnya, obat bagi orang yang sakit.
2.3.2.2.
Kebutuhan masa depan
Kebutuhan masa
depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat dilakukan di kemudian hari dan
dapat ditunda karena sifatnya tidak mendesak. Misalnya, tabungan dan jas hujan
pada musim panas.
2.3.3.
Kebutuhan Menurut Sifatnya
2.3.3.1. Kebutuhan
jasmaniah
Kebutuhan jasmaniah adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani
atau fisik. Misalnya,makan, olahraga, dan istirahat.
2.3.3.2. Kebutuhan
rohaniah
Kebutuhan rohaniah adalah kebutuhan yang bersifat rohani, berhubungan
dengan jiwa manusia. Misalnya, beribadah, bersosialisasi, rekreasi, dan
hiburan.
2.3.4. Kebutuhan Menurut Subjek
2.3.4.1. Kebutuhan
individual
Kebutuhan Individual
adalah
kebutuhan perseorangan atau individu. Misalnya, seseorang membutuhkan alat
bantu dengar atau kacamata.
2.3.4.2. Kebutuhan
kolektif
Kebutuhan Kolektif adalah kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat
dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Misalnya, jalan raya, rumah sakit,
dan sekolah.
2.4. Alat Pemuas Kebutuhan
Alat pemuas kebutuhan manusia lazimnya disebut
produk, yang berupa barang (goods) dan jasa (service).
Penggolongan produk menjadi barang dan jasa tersebut berdasarkan atas wujudnya.
Alat pemuas kebutuhan berupa barang adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi
kebutuhan yang sifatnya berwujud, dapat dilihat dan diraba. Contohnya,
komputer, tas, buku, dan rumah. Alat pemuas kebutuhan berupa jasa adalah segala
sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak berwujud. Contohnya,
jasa dokter, guru, arsitek, tukang cukur, dan sopir taksi.
2.4.1. Jenis-jenis Barang
Selain menurut
wujudnya, alat pemuas kebutuhan dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis.
Jenis-jenis alat pemuas kebutuhan tersebut, antara lain sebagai berikut.
2.4.1.1.
Jenis barang menurut cara memperolehnya
Pemuas kebutuhan dapat dibedakan menurut
besarnya pengorbanan yang kita lakukan untuk memperolehnya.
2.4.1.1.1.
Barang ekonomi
Barang ekonomi
adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya memerlukan sejumlah
pengorbanan tertentu yang biasanya berupa uang. Misalnya, untuk memperoleh
makanan kita harus mengeluarkan sejumlah uang. Uang tersebut adalah sebuah
pengorbanan.
2.4.1.1.2.
Barang bebas
Barang bebas
adalah barang pemuas kebutuhan yang tersedia hampir tidak terbatas sehingga
untuk memperolehnya kita tidak membutuhkan pengorbanan dan dapat mengambilnya
begitu saja di alam. Misalnya, udara untuk bernapas, pasir di padang pasir, dan
es di kutub.
2.4.1.1.3.
Barang illith
Barang illith adalah barang yang dibutuhkan tapi
jika barang ini melebihi dari yang dibutuhkan justru akan merugikan dan
berbahaya. Misalnya, air dan api.
2.4.1.2. Jenis barang menurut kegunaannya
Menurut kegunaannya, barang atau alat pemuas
kebutuhan dapatdigolongkan menjadi dua.
2.4.1.2.1.
Barang konsumsi
Barang konsumsi
adalah barang siap pakai karena manfaatnya langsung dapat diambil. Misalnya,
makanan, minuman, danpakaian.
2.4.1.2.2.
Barang produksi
Barang produksi
adalah barang yang berguna untuk menghasilkan barang yang lain. Barang produksi
merupakan istilah lain dari barang modal. Misalnya, mesin jahit dan radio.
2.4.1.3. Jenis barang menurut proses produksinya
Menurut proses produksinya, barang dapat
dibedakan sebagai berikut.
2.4.1.3.1.
Barang mentah (bahan baku)
Barang mentah adalah bahan dasar untuk membuat
barang lain. Barang ini sama sekali belum mengalami proses pengolahan.
Misalnya, kapas, kayu, dan hasil tambang.
2.4.1.3.2.
Barang setengah jadi
Barang setengah
jadi adalah barang yang telah melalui proses pengolahan, tetapi belum dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan karena belum menjadi produk akhir. Misalnya,
kainuntuk membuat pakaian, besi untuk untuk membuat pisau, danterigu untuk
membuat kue.
2.4.1.3.3. Barang jadi
Barang jadi
merupakan produk akhir yang telah melalui proses pengolahan dari bahan baku
menjadi bahan setengah jadi sampai menjadi barang yang siap pakai untuk
memenuhi kebutuhan manusia.
2.4.1.4.
Jenis barang menurut hubungannya dengan barang lain
Setiap barang pemuas kebutuhan mempunyai
hubungan dengan barang lainnya sesuai dengan fungsi dan peranannya, yaitu
sebagaiberikut.
2.4.1.4.1.
Barang substitusi
Barang substitusi adalah barang pemuas kebutuhan
yang fungsinya dapat menggantikan barang lain atau dapat saling menggantikan.
Contohnya, gas dapat menggantikan minyak tanah sebagai bahan bakar.
2.4.1.4.2.
Barang komplementer
Barang
komplementer adalah barang pemuas kebutuhan yang akan bermanfaat apabila
dipakai bersama-sama dengan benda yang lain. Misalnya, mobil dengan bensin,
jarum dengan benang, dan kompor dengan minyak tanah.
2.4.2. Kegunaan Barang
Setiap barang
mempunyai nilai guna atau manfaat tersendiri atau sering juga disebut utilitas (utility).
Pada dasarnya manusia melakukan suatu proses produksi untuk meningkatkan nilai
guna suatu barang. Nilai guna suatu barang dapat ditingkatkan tidak saja karena
diubah dari bahan mentah menjadi barang setengah jadi, dan kemudian diubah lagi
menjadi barang jadi, tetapi setelah menjadi barang jadi pun nilai gunanya dapat
terus ditingkatkan.
Oleh karena itu,
banyak perusahaan yang melakukan berbagai macam inovasi pada barang-barang yang
diproduksinya untuk semakin meningkatkan nilai guna barang tersebut. Misalnya,
perkembangan telepon seluler (handphone) yang semakin lama semakin
canggih, beragam kegunaannya, serta semakin memudahkan proses kerja manusia.
Kegunaan barang umumnya dapat digolongkan sebagai berikut.
2.4.2.1.
Kegunaan bahan dasar (Elementary utility)
Kegunaan bahan
dasar berarti suatu barang dirasakan kegunaannya karena memiliki bahan dasar
tertentu. Misalnya, pasir kuarsa berguna karena mengandung bahan dasar untuk
pembuatan kaca.
2.4.2.2.
Kegunaan bentuk (Form utility)
Kegunaan bentuk
berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi karena perubahan bentuknya.
Misalnya, kegunaan sebatang kayu akan meningkat setelah diubah bentuknya
menjadi kursi.
2.4.2.3.
Kegunaan waktu (Time utility)
Kegunaan waktu
berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika digunakan pada waktu
yang tepat. Misalnya, jas hujan dan
payung berguna pada saat musim hujan.
2.4.2.4.
Kegunaan tempat (Place utility)
Kegunaan tempat
berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada tempat
yang tepat. Misalnya, perahu berguna ketika berada di lautan.
2.4.2.5.
Kegunaan kepemilikan (Ownership utility)
Kegunaan
kepemilikan berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada
pada pemilik yang tepat. Misalnya, jala lebih berguna bagi seorang nelayan
daripada bagi seorang dokter.
2.5. Sumber Daya
2.5.1.Macam-macam Sumber Daya
Untuk dapat
memenuhi kebutuhan hidupnya manusia harus dapat memanfaatkan sumber daya yang
ada seoptimal mungkin. Ada beberapa macam sumber daya yang dapat dimanfaatkan
oleh manusia.
2.5.1.1. Sumber daya alam
Sumber daya alam
adalah segala yang ada di alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang
dan jasa. Alam adalah karunia yang diberikan oleh Tuhan yang akan membawa
manfaat besar jika dikelola secara bijaksana. Namun, jika sumber daya ini
dieksploitasi secara tidak bertanggung jawab, dapat mendatangkan bencana yang
besar pula. Banyak negara yang kecil, tetapi kaya raya karena memiliki sumber
daya alam yang melimpah dan dikelola dengan baik. Misalnya, Brunei Darussalam
memiliki sumber daya alam minyak bumi.
2.5.1.2. Sumber daya manusia
Manusia selain
sebagai konsumen bagi barang dan jasa juga merupakan sumber daya yang membawa
manfaat besar bagi masyarakat apabila kemampuannya dimanfaatkan secara maksimal
sebab manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan diberikan kelebihan berupa
kecerdasan dan hati nurani. Negara-negara yang memiliki sumber daya alam yang
kurang, tetapi memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dapat menjadi
negara yang menguasai perekonomian dunia. Misalnya, Jepang dan Singapura. Sumber
daya manusia yang berkualitas harus memenuhi unsur - unsur seperti berikut.
2.5.1.2.1.
Akhlak yang baik
Akhlak yang baik
dapat mendasari segala tingkah laku manusia untuk senantiasa melakukan yang
terbaik, jujur, adil, serta berusaha untuk tidak merugikan orang lain dan
dirinya sendiri. Sehingga keberadaannya akan selalu berguna dan tidak sia-sia.
2.5.1.2.2.
Keahlian
Manusia yang
memiliki keahlian akan dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan target
yang telah ditentukan baik dalam segi waktu maupun kualitas. Jadi, manusia yang
mempunyai keahlian akan sangat berguna untuk dapat menghasilkan barang dan jasa
yang berkualitas.
2.5.1.2.3.
Kekuatan fisik
Kekuatan fisik manusia akan sangat berguna jika
diarahkan pada hal-hal yang positif.
2.5.1.3. Sumber daya modal
Modal adalah
segala yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Modal dapat meliputi
uang, teknologi, peralatan, mesin-mesin, tanah, informasi, dan sebagainya.
Untuk lebih jelasnya perhatikan macam-macam modal berikut ini.
2.5.1.3.1. Modal menurut pemiliknya
2.5.1.3.1.1.
Modal perseorangan
Modal Perorangan
artinya modal tersebut dimiliki oleh perseorangan. Misalnya, gedung dan
kendaraan.
2.5.1.3.1.2.
Modal masyarakat
Modal Masyarakat
artinya modal tersebut dimiliki oleh banyak orang dan untuk kepentingan orang
banyak. Misalnya, jalan dan jembatan.
2.5.1.3.2. Modal menurut wujudnya
2.5.1.3.2.1.
Konkret
Konkret artinya
modal yang jelas wujudnya, tetapi dapat dilihat. Misalnya, gedung, mesin, dan
peralatan.
2.5.1.3.2.2.
Abstrak
Abstrak artinya
modal yang tidak terlihat, tetapi kegunaannya dapat dirasakan. Misalnya, nama
baik perusahaan, keahlian karyawan, dan hak cipta.
2.5.1.3.3. Modal menurut bentuknya
2.5.1.3.3.1.
Uang
Uang artinya modal berupa dana.
2.5.1.3.3.2.
Barang
Barang artinya modal berupa alat yang digunakan
dalam proses produksi. Misalnya, mesin, gedung, dan kendaraan.
2.5.1.3.4. Modal menurut sifatnya
2.5.1.3.4.1. Modal
tetap
Modal tetap artinya modal yang dapat digunakan
lebih dari satu kali masa produksi. Misalnya, mesin, kendaraan, dan gedung.
2.5.1.3.4.2.
Modal lancar
Modal lancar artinya
modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan baku, kertas,
dan bahan bakar mesin.
2.5.1.3.5. Modal menurut sumbernya
2.5.1.3.5.1.
Modal sendiri
Modal sendiri
artinya modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Misalnya, saham dan
tabungan.
2.5.1.3.5.2.
Modal pinjaman
Modal pinjaman artinya modal pinjaman dari pihak
lain.
2.6. Kelangkaan Sumber Daya (Scarcity)
Sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan
sangat terbatas. Kalaupun sumber daya dapat diperbarui, hal itu memerlukan
waktu yang sangat lama sehingga tidak dapat mengejar kebutuhan manusia yang
semakin bertambah. Sumber daya memiliki sifat-sifat khusus, yaitu merupakan
barang langka (scarce) karena jumlahnya terbatas, dapat dipakai dalam
penggunaan yang berbeda, dan dapat dikombinasikan dalam berbagai perbandingan
untuk menghasilkan barang tertentu. Hal di atas menyebabkan manusia dituntut
untuk menggunakan sumbersumber daya tersebut secara cermat dan tepat serta
harus tunduk kepada Hukum Kelangkaan (The Law of Scarcity), yang
menyatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan tertentu orang harus mengorbankan
sesuatu yang lebih dahulu.
2.7. Pemanfaatan Sumber Daya
Sesuai dengan sistem ekonomi yang dianut oleh
Indonesia, yaitu sistem demokrasi ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam pun
harus berdasarkan kepentingan rakyat banyak. Pemanfaatan sumber daya alam
diatur dalam TAP MPR No. IV/MPR/1999 sebagai berikut.
·
Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan, dan
investasi dalam rangka meningkatkan daya saing global dengan membuka
aksessibilitas yang sama terhadap kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap
rakyat dan seluruh daerah melalui keunggulan kompetitif terutama yang berbasis
keunggulan sumber daya alam dengan menghapus segala bentuk perlakuan
diskriminatif dan hambatan.
·
Mengembangkan sistem ketahanan pangan yang berbasis
pada keragaman sumber daya bahan pangan, kelembagaan serta budaya lokal dalam
rangka menjamin tersedianya pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu yang
dibutuhkan pada tingkat harga yang terjangkau, dengan memerhatikan peningkatan
pendapatan petani dan nelayan serta peningkatan produksi yang diatur oleh
undang-undang.
·
Meningkatkan persediaan dan pemanfaatan sumber
energi dan tenaga listrik yang relatif murah serta ramah lingkungan dan secara
berkelanjutan yang pengelolaannya diatur dengan undang-undang.
·
Mengembangkan kebijakan pertanahan untuk
meningkatkan pemanfaatan dan penggunaan tanah secara adil, transparan, dan
produktif dengan menyamakan hak-hak rakyat setempat, termasuk hak ulayat
(wilayah) yang sesuai dan seimbang.
·
Meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sarana
dan prasarana publik, termasuk transportasi, telekomunikasi, energi, listrik,
dan air bersih guna mendorong pemerataan pembangunan, melayani kebutuhan
masyarakat dengan harga terjangkau, serta membuka keterisolasian wilayah
pedalaman dan terpencil.
·
Mengembangkan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan
terpadu yang diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga
kerja,peningkatan pengupahan, penjaminan kesejahteraan, perlindungan kerja, dan
kebebasan berserikat.
·
Meningkatkan kuantitas dan kualitas penempatan
tenaga kerja ke luar negeri dengan memerhatikan kompetensi, perlindungan, dan
pembelaan tenaga kerja.
2.8. Masalah Pokok Ekonomi
Sumber daya yang terbatas menimbulkan paling
sedikit tiga masalah pokok dalam perekonomian yang harus dipecahkan oleh
masyarakat sebagai subjek ekonomi. Tiga masalah pokok tersebut adalah sebagai
berikut.
2.8.1. Barang dan jasa apa yang akan diproduksi ( What
)
Masalah pokok
ekonomi yang membutuhkan pemecahan di antaranya adalah barang apa yang akan
diproduksi? Barang primer, sekunder, tertier atau ketiganya? Mana yang paling
dibutuhkan? Berapa banyak dari masing - masing barang tersebut diproduksi?
Dengan sumber
daya yang tersedia produsen harus mampu memutuskan penggunaan barang tersebut
untuk sumber daya. Misalnya terdapat sebidang tanah, digunakan untuk apa tanah
tersebut? Apakah untuk bercocok tanam? Membangun rumah atau pabrik? Keputusan
yang tepat dapat mengatasi beberapa masalah ekonomi dan menekan sedikit
kemungkinan timbulnya masalah baru.
2.8.2.
Bagaimana cara memproduksi (How)
Pertanyaan ini
menyangkut teknik produksi yang diterapkan dan kemampuan mengombinasikan
faktor-faktor produksi atau sumber daya alam yang ada di dalam proses produksi.
Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu
mengombinasikannya bahkan sampai kepada penentu pihak-pihak yang akan dilibatkan
dalam proses produksi.
2.8.3. Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan ( for Whom )
Pertanyaan ini
menyangkut masalah untuk siapa atau lapisan masyarakat yang mana yang menikmati
barang dan jasa yang diberikan. Apakah setiap warga negara mendapat bagian yang
sama atau berbeda? Apakah pendapatan nasional telah diretribusikan secara adil?
Apakah proyek tertentu perlu dilaksanakan agar setiap penduduk dapat
mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa barang dan
jasa diproduksi.
Ketiga masalah di atas, yaitu what, how,
dan for whom bersifat fundamental dan saling berhubungan satu dengan
yang lainnya serta selalu dihadapi oleh setiap negara, baik negara sedang
berkembang maupun negara yang sudah maju. Namun, tidak semua perekonomian dapat
memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama. Kemungkinan-kemungkinan produksi setiap negara
untuk memecahkan masalah-masalah pokok yang dihadapai oleh setiap negara
tergantung dari sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing negara.
2.9. Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Masalah ekonomi yang dihadapi oleh menusia
mendorong manusia untuk selalu bersikap rasional dalam menentukan berbagai
pilihan, agar sumber daya alam yang dimilikinya dapat digunakan untuk memuaskan
kebutuhan hidup dengan semaksimal mungkin. Dalam ekonomi dikenal istilah biaya
peluang (Opportunity Cost).
Biaya peluang adalah biaya yang timbul akibat
memilih sebuah peluang terbaik dari beberapa alternatif yang tersedia. Ketika
seseorang dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan dan harus memilih salah
satu di antaranya maka alternatif yang tidak dipilihnya itulah yang menjadi
biaya peluang. Seperti juga yang terjadi pada salah satu faktor produksi yaitu
tenaga kerja, jika seorang pekerja mengambil salah satu kesempatan atau peluang
untuk melakukan suatu produksi maka secara bersamaan dia akan kehilangan
peluang untuk melakukan produksi pada bidang lain. Kehilangan kesempatan itulah
yang disebut opportunity cost atau biaya peluang.
Setiap orang harus selalu berusaha untuk
mendapatkan manfaat tertinggi dari setiap alternatif pilihan dan mengambil
biaya peluang yang terendah. Contoh lain dari opportunity cost pada
kesempatan kerja adalah Faris ditawari untuk bekerja di suatu perusahaan dengan
gaji Rp1.000.000,00 per bulan. Di sisi lain Faris memiliki kemampuan secara
keahlian dan modal untuk melakukan produksi suatu barang dengan peluang
mendapatkan laba Rp5.000.000,00 per bulan, tetapi setelah melalui proses
produksi dan promosi selama 4 bulan. Dari ilustrasi di atas, jika Faris lebih
memilih mengambil peluang untuk melakukan produksi sendiri maka dia telah
kehilangan peluang untuk bekerja pada orang lain dengan gaji Rp1.000.000,00
selama 4 bulan. Itulah yang dimaksud. dengan biaya peluang. Jadi besarnya biaya
peluang bagi Faris selama 4 bulan adalah 4 x Rp1.000.000,00, yaitu
Rp4.000.000,00.
trimakasih... sangat bermanfaat banget
BalasHapussemoga semakin sukses....
hal yang tidak pernah terbayangkan kini menjadi kenyataan,dengan keluarga saya untuk KI Sunan Jati kami ucapkan banyak terimah kasih karna berkat BANTUAN KI Sunan Jati ALHAMDULILLAH keluarga kami bisa lepas dari segala HUTANG HUTANG alhamdulillah Dana GOIB yang saya minta sama beliau 900,jt BENAR BENAR ada di tangang saya dalam sekejap ALLHAMDULILLAH saya bisa menutupi semua hutang hutang saya dan saya juga sudah buka usaha sendiri kami tidak menduga KI Sunan Jati TELAH MERUBAH NASIB KAMI DALAM SEKEJAP.dan hanya KI Sunan Jati Lah DUKUN YANG PALING BERSEJARAH DI KELUARGA KAMI.ini adalah benar benar kisah nyata dari saya.dan saya tidak malu menceritakan,nya.semua tentang kesusahan yg perna saya jalani.karna di situlah saya mulai berfikir bahwa mungkin masih banyak saudara kami yang membutuhkan bantuan seperti saya.yang ingin seperti saya silahkan hub KI Sunan Jati DI NOMOR 082_349_535_132
BalasHapusI got my already programmed and blanked ATM card to withdraw the maximum of $1,000 daily for a maximum of 20 days. I am so happy about this because i got mine last week and I have used it to get $20,000. Mike Fisher Hackers is giving out the card just to help the poor and needy though it is illegal but it is something nice and he is not like other scam pretending to have the blank ATM cards. And no one gets caught when using the card. get yours from Mike Fisher Hackers today! *email cyberhackingcompany@gmail.com
BalasHapus