Ilmu Ekonomi
A. Sejarah Ilmu Ekonomi
Orang
pertama yang mengembangkan ilmu ekonomi pada abd ke – 18 adalah Adam
Smith.Melalui karyanya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah
perkembangan negara – negara diEropa.
Perkembangan aliran dalam ilmu ekonomi di awali oleh apa yang di sebut dengan
aliran klasik. Aliran yang dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya
invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karena peran
pemerintah sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisible
hand ini kemudian di representasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga
sebagai instument utamanya. Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah
terjadi Depresi Besar pada tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu
bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik,
Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest
and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan
keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar
distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Kedua aliran ini kemudian, saling “
bertarung” dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari
keduanya seperti new classical, neo klasik, ney keynesian, monetarist, dan lain
sebagian.
B. Pengertian Ilmu Ekonomi
Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani
oikonomia. Oikos berarti Rumah Tangga, sedangkan nomos berarti aturan.
Oikonomia mengandung arti aturan yang berlaku untuk memenuhi kebutuhan hidup
dalam suatu rumah tangga.
Paul
A. Samuelson (2010) seorang ahli ekonomi dari Amerika Serikat mendefinisikan
ilmu ekonomi sebagai suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam
memilih cara menggunakan sumber daya langka dan memiliki beberapa alternatif
penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditas, untuk kemudian
menyalurkannya, baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan
kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.Dari definisi di atas dapat kita
simpulkan bahwa ilmu ekonomi menyangkut hal – hal berikut :
1. Ekonomi sangat erat kaitannya dengan perilaku
individu dan masyarakat
2. Adanya sumber daya langka, tetapi memiliki
beberapa alternatif penggunaan
3. Kegiatan ekonomi terdiri dari produksi,
distribusi ( penyaluran ) dan konsumsi
4. Konsumen bisa saja dalam bentuk masyarakat
kelompok atau individu
Menurut
Leonard S Silk sebagaimana dikutip oleh Suherman Rosyid (2005), ekonomi adalah
suatu studi tentang kekayaan dan merupakan suatu bagian penting dalam suatu
studi tentang manusia. Secara umum bisa di katakan bahwa ilmu ekonomi berbicara
tentang tingkah laku sert a nilai – nilai perseorangan maupun masyarakat. Kamu
tidak akan memahami keadaan masyarakat tanpa memiliki bekal pengetahuan tentang
ilmu ekonomi.
Hal
ini berarti ilmu ekonomi sebuah ilmu yang sangat penting karena membahas
tingkah laku manusia. Ilmu ekonomi sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan
manusi sehari – hari. Setiap hari manusia secara sadar atau tidak memparktikan
ilmu ekonomi melalui tingkah laku mereka. Tentu saja hal ini membuat perbedaan
antara ilmu ekonomi dengan ilmu sosial lainnya. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang
paling dekat dengan kehidupan manusi sehari – hari karena manusia dengan
perilakunya mempraktikkan ilmu tersebut setiap hari.
Nah,
sudahkah kamu mengerti dengan definisi ilmu ekonomi tersebut di atas ? Jika
belum, cobalah periksa kembali perilakumu sehari – hari, misalnya ketika
berbelanja di pasar. Jika kamu berbelanja, kamu menginginkan mutu suatu barang
bagus dengan harga terjangkau. Hal ini pada dasarnya kamu sudah menerapkan ilmu
ekonomi dalam kehidupanmu. Kamu juga berusaha mencari harga yang lebih murah
sehingga kamu membayar lebih sedikit. Hal ini juga merupakan praktik ilmu
ekonomi.
1.
Mengapa Belajar Ekonomi ?
Mengapa
belajar ekonomi ? Apakah dengan belajar ekonomi kamu dapat bisa langsung
menjadi kaya ? Berikut ini alasan – alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan
tersebut.
a.
Memperbaiki Cara Berfikir
Pikiran
adalah karunia yang sangat besar yang di berikan oleh Tuhan kepada manusia.
Manusia bisa di bedakan dengan hewan karena manusia memiliki pikiran. Dengan
pikiran yang kamu miliki kamu bisa menganalisis suatu masalah, menilai baik
buruk sesuatu, dan benar salah sesuatu.
Dengan
mempelajari ekonomi, pikiranmu akan terarah kepada hal – hal rasional. Teknik
berfikir dan metode – metode pemecahan masalah dalam ekonomi bisa meningkatkan
kemampuan berfikirmu dan selanjutnya mempermudah dalam mengambil keputusan.
b.
Membantu dalam Memahami Perilaku Masyrakat
Kamu
selalu berinteraksi dengan individu lainnya, setiap saat setiap hari dan di
setiap kesempatan. Interaksi ini menghasilkan pertukaran, baik barang, jasa
maupun informasi. Dari interaksi inilah kamu memahami perilaku masyrakat.
Contohnya bagaimana bisa terjadi revolusi industri di Inggris serta revolusi
Perancis dan Amerika.
c.
Membantu Memahami Masalah Global
Kamu
tidak bisa hidup sendiri. Kamu membutuhkan teman dan invidu lain. Demikian pula
suatu negara, perlu berinteraksi dengan negara lain. Interaksi ekonomi ini
banyak di wujudkan dalam perdagangan internasional dan kerja sama ekonomi
internasional. Oleh karena itu, kamu tidak perlu heran mengapa ketika negara
Indonesia mengalami krisis pada tahun 1998, banyak negara luar negeri yang
memberi bantuan.
d.
Membantu untuk Bersikap lebih Demokratis
Sikap
demokratis di wujudkan dengan menghargai pendapat, pendirian, sikap politik dan
pilihan orang lain. Bila kamu mempelajari ekonomi, sikap – sikap ini dapat di
wujudkan karena pada dasarnya setiap individu ingin mewujudkan kepentingan
pribadinya yang rasional dan hal ini haruslah di hargai.
2.
Teori Ekonomi
Pernahkah
mengalami peristiwa harga barang mengalami kenaikkan ? Jika harga barang
mengalami kenaikan, biasanya permintaan terhadap barang tersebut akan menurun.
Bagaimana cara ilmu ekonomi menerangkan fenomena ini ?
Ilmu
ekonomi dapat menerangkan peristiwa tersebut dengan teori ekonomi. Ilmu ekonomi
dapat memberi penjelasan dan prediksi atas gejala – gejala yang di amati.
Penjelasan dan prediksi tersebut berdasarkan teori – teori tertentu. Teori
adalah pernyataan atau sekumpulan pernyataan tentang sebab akibat dan aksi –
reaksi. Dalam kasus turunnya permintaan karena naiknya harga bisa dijelaskan
dengan teori, jika harga naik bisa menyebabkan turunnya permintaan barang/jasa.
3.
Model Ekonomi
Berdasarkan
teori yang telah di susun sebelumnya, dibentuklah sebuah model ekonomi. Model
ekonomi adalah pernyataan formal sebuah
teori. Misalnya rumah tangga membutuhkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan.
Teori ini dapat digambarkan dalam model ekonomi, yaitu model siklus kegiatan
ekonomi. Siklus kegiatan ekonomi adalah serangkaian kegiatan yang saling
berhubungan sehingga dituntut terjadi kerja sama antar pelaku-pelaku ekonomi
agar kegiatan ekonomi berjalan serasi dan seimbang sehingga dapat meminimalisir
masalah-masalah ekonomi. Dalam model tersebut di jabarkan teori yang telah di
kemukakan sebelumnya. Model tersebut mempermudah pemahaman kita terhadap teori
yang di kemukakan dengan hanya melihat model siklus kegiatan ekonomi dapat di
simpulkan hubungan yang erat antara rumah tangga dan perusahaan.
4.
Metode Ekonomi
Dalam
melakukan analisis, ilmu ekonomi menggunakan 2 metode yang berguna untuk
mengambil keputusan. Metode tersebut adalah sebagai berikut :
1)
Metode Deduktif
Metode
deduktif adalah analisis ekonomi dengan menggunakan hal umum untuk kemudian
di tarik suatu kesimpulan khusus,
Misalnya di jaman kemajuan internet ini semua orang membutuhkan koneksi
internet. Kemudian dilakukan penelitian terhadap suatu masyarakat di pedalaman
Jambi. Dengan perpegangan kepada asumsi umum tersebut dapat di perkirakan bahwa
masyarakat di pedalaman Jambi juga membutuhkan koneksi internet.
2)
Metode Induktif
Metode
induktif merupakan metode pengambilan keputusan untuk hal – hal yang umum
berdasarkan kesimpulan yang besrsifat khusus. Contoh bila harga es krim
meningkat, maka kuantitas es krim yang diminta akan menurun. Demikian juga
dengan barang dan jasa pada umumnya, bahwa bila harga barang/jasa meningkat,
kuantitas yang diminta akan turun.
5.
Hukum Ekonomi
Hukum
ekonomi adalah hubungan antara peristiwa – peristiwa ekonomi. Sebagai contoh,
hukum permintaan dan penawaran yang menyatakan apabila penawaran suatu barang
tetap dan permintaan bertambhan, maka barang akan naik, demikian pula
sebaliknya. Hukum ekonomi tidak berlaku mutlak seperti halnya dalam ilmu pasti,
sebab pada dasranya hukum ekonomi bertitik tolak dari tingkah laku manusia
dalam masyarakat. Jadi hukum ekonomi bila keadaan yang lain tetap atau tidak
berubah. Keadaan demikian di sebut cateris
paribus. Hukum ekonomi tidak berlaku mutlak di sebabkan karena beberapa hal
:
1)
selera manusia selalu berubah;
2)
tingkat kebudayaan manusia selalu berubah;
3)
pendapatan masyarakat mengalami perubahan; dan
4)
adanya perubahan jumlah penduduk dar waktu ke waktu
Senada
dengan hal di atas, Paul A Samuelson (2010) menyatakan bahwa hukum ekonomi
hanya berlaku pada derajat rata – rata dan bukan merupakan hubungan pasti.
Artinya, perilaku suatu kelompok lebih bisa diramalkan dibandingkan dengan
perilaku setiap individu. Pada perilaku kelompok sering kita jumpai tingginya
derajat kebenturan dalam perilaku
masyarakat secara keseluruhan sehingga hukum ekonomi bisa berlaku. Hubungan
yang terjadi dalam hukum ekonomi di bedakan menjadi berikut :
1)
Hubungan kausal (hubungan sebab akibat) ialah suatu peristiwa yang muncul,
menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain, kejadian ini tidak dapat berlaku
sebaliknya. Contoh gaji pegawai negeri naik, menyebabkan harga mengalami
peningkatan sebelum gaji benar – benar di naikkan.
2)
Hubungan fungsional ialah hubungan yang saling memengaruhi satu dengan yang
lainnya. Contoh permintaan banyak, sedangkan penawaran sedikit, maka harga akan
naik. Permintaan sedikit sedngkan penawaran banyak, maka harga akan turun.
C. Pembagian Ilmu Ekonomi
Menurut
Alfred W. Stonier dan Doughlas C. Hagues (Rosyidi,2005) ilmu ekonomi di bagi
dalam 3 bagian penting, yaitu sebagai berikut:
(1.
Ilmu ekonomi deskriptif ( descriptive
economics ), yaitu ilmu ekonomi yang mengumpulkan semua kenyataan yang
penting tentang topik tertentu. Ilmu ekonomi deskriptif memaparkan kehidupan
ekonomi secara apa adanya. Misalnya kondisi perekonomian suatu daerah di tahun
1970.
(2.
Ilmu ekonomi teori ( economic theory ),
yaitu ilmu ekonomi yang menjelaskan secara sederhana tentang cara suatu sistem
ekonomi bekerja dan ciri – ciri penting dari isitem ekonomi tersebut.
(3.Ilmu
ekonomi terapan ( applied economics
), yaitu ilmu ekonomi yang mencoba menggunakan kerangka dasar dari analisis
yang di berikan oleh teori ilmu ekonomi teori untuk kemudian di aplikasikan,
misalnya analisis ilmu ekonomi diaplikasikan ke dalam ekonomi pembangunan,
ekonomi bisnis , dan lain sebagainya.
1.
Teori Ekonomi Mikro
Ekonomi
mikro dapat di artikan sebagai ilmu ekonomi kecil. Ekonomi mikro merupakan bagian
kecil dari perekonomian secara keseluruhan. Umumnya ekonomi mikro menganalisis
proses alokasi sumber daya di tingkat individu, perusahaan, dan industri.
Menurut
Prathama Raharja (2008), fokus pembahasn ekonomi mikro terpusat pada 3 aspek,
yaitu interaksi di pasar barang, perilaku konsumen dan produsen dan interaksi
di pasar faktor produksi.
Suherman
Rosyidi (2005) menambhakan teori ekonomi mikro dapat dilihat dari perumpamaan
hutan. Ibarat hutan, maka teori ekonomi mikro mempelajari pohon pohon di hutan
tersebut. Ini artinya teori ekonomi mikro membahas bagian – bagian kecil dari
suatu perekonomian, misalnya individu dan perusahaan. Pokok – pokokyang di
bahas dalam teori ekonomi mikro tidak pernah lepas dari skala yang lebih kecil
cakupannya, misalnya teori perusahaan dan teori konsumen.
2.
Teori Ekonomi Makro
Teori
ekonomi makro menganalisa kegiatan ekonomi secara kesuluruhan. Teori ekonomi
makro bersifat global dan tidak membahas kegiatan ekonomi yang di lakukan oleh
unit – unit kecil dalam perekonomianseperti permasalahan dan individu. Beberapa
aspek penting yang di bahas dalam teori ekonomi makro sebagai berikut :
a.Perhitungan
pendapatan nasional
b.Keseimbangan
nasional dalam perekonomian 2 sektor
c.Keseimbangan
pendapatan nasional dalam perekonomian 3 sektor
d.
Kebijakan fiskal
e.
Kebijakan moneter
f.
Pasar uang dan pasar tenaga kerja
g.
Teori inflasi
h.
Perdagangan luar negeri, nilai valuta asing, dan neraca pembayaran
i.
Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi.
3.Membandingkan
Ekonomi Mikro dan Makro
Seperti
telah di ketahui, ekonomi mikro membicarakan dan membahas unit – unit individu
( perusahaan dan rumah tangga ) seperti pengalokasian pendapatan rumah tangga
untuk membeli berbagai barang dan jasa, membahas tentang penentuan tingkat produksi
suatu perusahaan agar dapat di peroleh laba pada tingkat yang maksimal, serta
membahas biaya perusahaan dalam menghasilkan suatu produksi tertentu, jenis –
jenis struktur pasaryang dimasuki perusahaan dan industri ( kumpulan dari
perusahaan )
Pada
ekonomi makro pembahasaan ekonomi sebagai suatu keseluruhan yang mengabaikan
unit – unit individu dan masalah – masalah yang di hadapi individu atau unit –
unit tersebut. Dengan demikian, ekonomi makro memusatkan perhatian kepada
pembahasan perekonomian secara keseluruhan ( agreat ) atau produksi secara keseluruhan ( total output ) dan
tingkat harga umum.
Dilihat
dari metode analisis, ekonomi biasanya menganggap produksi total dan tingkat
harga umum dalam perekonomian merupakan
sesuatu yang tetap. Kemudian di coba untuk menjelaskan bagaimana harga barang
dan produksi dari masing – masing perusahaan terjadi. Akan tetapi, ekonomi
makro menggangap bahwa distribusi barang, produksi dan harga relatif tetap.
Kemudian di bahas tentang produksi total dan tingkat harga umum serta
menjelaskan bagaimana hal ini terjadi.
Bila
di tinjau lebih lanjut, pusat perhatian dari ekonomi mikro adalah pada sektor
perusahaan yang sifatnya profit oriented (memperoleh
laba maksimal ). Dalam uaha memperoleh laba tersebut perusahaan perlu
mengetahui terlebih dahulu barang apa yang akan di hasilkan, berapa jumlah dan
harga jualnya.
Dari
segi kegunaannya, ekonomi mikro bermanfaat untuk pemilihan fakta – fakta
penting yang relevan dalam persoalan ekonomi tertentu dan sebagai dasar untuk
peramalan bisnis bagi para manajer dalam pengambilan keputusan, sedangkan
ekonomi makro membahas isu – isu penting yang selalu di hadapi suatu
perekonomian. Analisisnya berusaha memberikan jawaban terhadap pertanyaan –
pertanyaan seperti faktor apakah yang menentukan tingkat perekonomian suatu
negara, mengapa pertumbuhan ekonomi selalu tidak konstan, serta mengapa
pengangguran dan kenaikkan harga selalu terjadi.
Ekonomi
makro tidak hanya menerangkan faktor – faktor yang menentukan tingkat kegiatan
ekonomi negara dan keadaan – keadaan yang menciptakan berbagai masalah serta
langkah – langkah yang dapat di gunakan pemerintah untuk mengatasi masalah
tersebut. Jadi cukup jelas perbedaan antara ekonomi mikro dengan ekonomi makro.
D.
Tindakan Ekonomi, Motif Ekonomi, dan Prinsip Ekonomi
Kegiatan
ekonomi dilaksanakan melalui tindakan ekonomi, motif ekonomi dan prinsip
ekonomi. Berikut ini uraian tentang ketiga konsep tersebut.
1.
Tindakan Ekonomi
Tindakan
ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh plihan yang baik dan
yang paling menguntungkan. Misalnya ibu memasak dengan kayu bakar karena harga
minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi di bedakan menjadi 2 jenis, yaitu
sebagai berikut :
a.
Tindakan ekonomi rasional yaitu setiap usaha manusia yang di landasi oleh
pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataan demikian.
b.
Tindakan ekonomi tradisional, yaitu setiap usaha manusia yang dilandasi oleh
pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.
2.
Motif Ekonomi
Motif
ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan
tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam 2 yaitu sebagai berikut.
a.
Motif intrinsik, yaitu suatu keinginan untuk melakukan tindakan ekonomi atas
kemauan sendiri.
b.
Motif ekstrinsik, yaitu suatu keinginan untuk melakukan tindakan ekonomi atas
dorongan orang lain.
Selanjutnya
motif ekonomi di golongkan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
a.
Keinginan memenuhi kebutuhan, yaitu tindakan manusia didorong olej hasrat ingin
memenuhi kebutuhannya. Contoh seseorang bekerja keras untuk mendapatkan uang
agara bisa memenuhi berbagai kebutuhannya sehari hari.
b.
Keinginan mendapatkan kekuasaan, yaitu keinginan manusia yang sudah makmur,
tetapi masih melakukan tindakan ekonomi karena dorongan untuk memperoleh
kekuasaan. Contohnya, pengusaha sukses berupaya mengembangkan usahanya agar
perusahannya terkenal dan bisa menguasai pasar.
c.
Keinginan mendapatkan penghargaan dari sesama manusia, yaitu tindakan manusia
yang di dorong untuk mendapatkan penghargaan. Contohnya karyawan yang rajin
agar mendapatkan penghargaan sebagai kayawan teladan dari perusahaannya.
d.
Keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan sesama manusia, yaitu tindakan
manusia dengan maksud meringankan penderitaan oranglain dan meningjkatkan
kesejahteraan masyarakat. Contohnya menyumbangkan dana dan tenaga bagi korban
banjir, longsor dan lainnya.
3.
Prinsip Ekonomi
Prinsip
Ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang di dalamnya
terkandung asas dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang
maksimal, sehingga tercapailah semua tujuan yang dilandasi oleh pikirang yang
baik paling menguntungkan.
George
Mankiw (2011) mengungkapkan 10 prinsip ekonomi, sebagai berikut :
a. Manusia selalu menghadapi trade off
Artinya untuk mendapatkan sesuatu
yang kita inginkan, maka kita harus mau merelakan atau menyerahkanyang
sebenarnya juga beharga bagi kita. Misalnya jika kamu menginginka es krim, kamu
harus merelakan uangmu.
Tradeoff yang dihadapi masyarakat
adalah effisiensi artinya masyarakat mendapatkan hasil optimal dari
sumberdaya langka yang ada. Dan pemerataan yaitu pembagian hasil yang merata
dari sumberdaya langka tersebut terhadap masyarakat.
Efisiensi adalah kondisi dalam
masyarakat untuk memperoleh manfaat maksimal dari sumber daya mereka yang
terbatas. Sedangkan pemerataan adalah pendistribusian kesejahteraan ekonomi
secara wajar ke pada para anggota masyarakat.
b. Biaya
Biaya adalah segala sesuatu yang
kamu korbankan untuk memperoleh sesuatu.Bila kamu membeli sepasang sepatu baru,
biayanya tidak hanya harga sepatu tersebut, tetapi seluruh uangmu yang kamu
bayarkan hingga sepatu tersebut bisa menjadi milikmu. Hal tersebut dalam ilmu
ekonomi biasa disebut sebagai opportunity cost.
c. Orang rasional berfikir secara
bertahap
Konsep orang rasional berarti
seseorang akan melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan, sesuai kesempatan
yang ada. Berfikir secara bertahap artinya melihat margin ( garis tepi atau
batas ).Kamu harus melakukan penyesuaian
– penyusuaian kecil terhadap suatu rencana yang hendak kamu lakukan.
d.
Orang selalu bereaksi terhadap insentif
Dalam
hal ini biasanya jika harga suatu barang naik, konsumen akan bereaksi
mengurangi pembelian karena ada intentif yaitu harga naik. Demikian pula
sebaliknya
e.
Perdagangan Menguntungkan Semua Pihak
Pada
prinsip ini yang paling ditonjolkan adalah spesialisasi, contohnya yaitu suatu
Negara akan memproduksi sesuai kemampuan yang paling optimal ( biaya produksi
rendah, kemampuan produksi tinggi, kualitas bagus) yang dimiliki lalu
menjualnya ke Negara lain yang tidak optimal produksinya dari barang tersebut
dan barang produksi yang tidak bisa dihasilkan secara optimal maka Negara
tersebutpun akan membeli dari Negara lain yang produksinya lebih optimal.
f.
Pasar secara umum adalah sarana terbaik untuk mengkoordinasikan kegiatan
ekonomi.
Dengan
menggunakan jenis perekonomian pasar, keputusan-keputusan dari suatu
perencanaan yang terpusat, digantikan oleh keputusan-keputusan dari jutaan
perusahaan dan rumah tangga. Perusahaan memutuskan siapa yang akan dipekerjakan
dan barang apa yang akan diproduksi, kemudian rumah tangga memutuskan akan
bekerja di perusahaan mana dan akan membeli barang apa dari penghasilan mereka.
Perusahaan dan rumah tangga saling berinteraksi di pasar, dimana harga dan
kepentingan-kepentingan pribadi mempengruhi dan memandu keputusan-keputusan
yang mereka buat.
g.
Pemerintah Kadang Mampu Meningkatkan faktor produksi.
Seperti
dalam kasus krisis perekonomian seperti sekarang diamana banyak perisahaan
yang bangkrut dan terjadi kegagalan pasar, pemerintah dapat turun tangan dan
menyelamatkan perusahaan tersebut dari kebangkrutan, dan menjaga kemampuan
produksi sekaligus meminimalisir angka pengangguran dengan cara melakukan
buyout, atau pembelian/pengambil alihan sebuah perusahaan oleh pemerintah.
Walau begitu pemerintah tidak selalu harus melakukan hal tesebut.
h.
Standar hidup negara bergantung pada kemampuan dalam memproduksi barang dan
jasa
Apa
yang bisa menjelaskan perbedaan-perbedaan yang sangat besar antara satu standar
hidup dengan standar hidup lainnya diberbagai Negara di dunia?. Jawabannya
cukup sederhana, yaitu kemampuan factor produksi dari suatu Negara. Dinegara
dimana para pekerjanya dapat menghasilakan barang dan jasa dalam jumlah besar
per satu satuan waktu, sebagian besar masyarakatnya hidup dalam standar hidup
yang tinggi. Begitu pula sebaliknya. Hubungannya yaitu tingkat pertumbuhan
produktivitas suatu Negara menetukan tingkat pertumbuhan pendapatan
rata-ratanya.
i.
Harga-harga akan meningkat jika pemerintah mencetak uang dalam jumlah banyak
Tingginya
tingkat peredaran uang akibat dari tingginya produksi uang itu sendiri,
menyebabkan nilai dari uang tersebut menjadi semakin kurang berharga yang
berdampak pada terjadinya inflasi. Sehingga harga barang naik karena niali dari
uang tersebut menurun.
j.
Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran
Tradeoff
antara inflasi dan pengangguran sifatnya hanyalah sementara, namun dapat
berlangsung menahun. Dinegara tertentu meningkatnya inflasi akan
mengurangi pengangguran. Namun hal tersebut tampaknya tidak terjadi di
Indonesia.