Senin, 14 September 2015

Ilmu Ekonomi



 Ilmu Ekonomi

A. Sejarah Ilmu Ekonomi
Orang pertama yang mengembangkan ilmu ekonomi pada abd ke – 18 adalah Adam Smith.Melalui karyanya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan  negara – negara diEropa. Perkembangan aliran dalam ilmu ekonomi di awali oleh apa yang di sebut dengan aliran klasik. Aliran yang dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karena peran pemerintah sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisible hand ini kemudian di representasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instument utamanya. Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar pada tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Kedua aliran ini kemudian, saling “ bertarung” dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti new classical, neo klasik, ney keynesian, monetarist, dan lain sebagian.
B. Pengertian Ilmu Ekonomi
 Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani oikonomia. Oikos berarti Rumah Tangga, sedangkan nomos berarti aturan. Oikonomia mengandung arti aturan yang berlaku untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam suatu rumah tangga.
Paul A. Samuelson (2010) seorang ahli ekonomi dari Amerika Serikat mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditas, untuk kemudian menyalurkannya, baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat.Dari definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa ilmu ekonomi menyangkut hal – hal berikut :
1. Ekonomi sangat erat kaitannya dengan perilaku individu dan masyarakat
2. Adanya sumber daya langka, tetapi memiliki beberapa alternatif penggunaan
3. Kegiatan ekonomi terdiri dari produksi, distribusi ( penyaluran ) dan konsumsi
4. Konsumen bisa saja dalam bentuk masyarakat kelompok atau individu
Menurut Leonard S Silk sebagaimana dikutip oleh Suherman Rosyid (2005), ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan dan merupakan suatu bagian penting dalam suatu studi tentang manusia. Secara umum bisa di katakan bahwa ilmu ekonomi berbicara tentang tingkah laku sert a nilai – nilai perseorangan maupun masyarakat. Kamu tidak akan memahami keadaan masyarakat tanpa memiliki bekal pengetahuan tentang ilmu ekonomi.
Hal ini berarti ilmu ekonomi sebuah ilmu yang sangat penting karena membahas tingkah laku manusia. Ilmu ekonomi sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusi sehari – hari. Setiap hari manusia secara sadar atau tidak memparktikan ilmu ekonomi melalui tingkah laku mereka. Tentu saja hal ini membuat perbedaan antara ilmu ekonomi dengan ilmu sosial lainnya. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang paling dekat dengan kehidupan manusi sehari – hari karena manusia dengan perilakunya mempraktikkan ilmu tersebut setiap hari.
Nah, sudahkah kamu mengerti dengan definisi ilmu ekonomi tersebut di atas ? Jika belum, cobalah periksa kembali perilakumu sehari – hari, misalnya ketika berbelanja di pasar. Jika kamu berbelanja, kamu menginginkan mutu suatu barang bagus dengan harga terjangkau. Hal ini pada dasarnya kamu sudah menerapkan ilmu ekonomi dalam kehidupanmu. Kamu juga berusaha mencari harga yang lebih murah sehingga kamu membayar lebih sedikit. Hal ini juga merupakan praktik ilmu ekonomi.
1. Mengapa Belajar Ekonomi ?
Mengapa belajar ekonomi ? Apakah dengan belajar ekonomi kamu dapat bisa langsung menjadi kaya ? Berikut ini alasan – alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut.
a. Memperbaiki Cara Berfikir
Pikiran adalah karunia yang sangat besar yang di berikan oleh Tuhan kepada manusia. Manusia bisa di bedakan dengan hewan karena manusia memiliki pikiran. Dengan pikiran yang kamu miliki kamu bisa menganalisis suatu masalah, menilai baik buruk sesuatu, dan benar salah sesuatu.
Dengan mempelajari ekonomi, pikiranmu akan terarah kepada hal – hal rasional. Teknik berfikir dan metode – metode pemecahan masalah dalam ekonomi bisa meningkatkan kemampuan berfikirmu dan selanjutnya mempermudah dalam mengambil keputusan.
b. Membantu dalam Memahami Perilaku Masyrakat
Kamu selalu berinteraksi dengan individu lainnya, setiap saat setiap hari dan di setiap kesempatan. Interaksi ini menghasilkan pertukaran, baik barang, jasa maupun informasi. Dari interaksi inilah kamu memahami perilaku masyrakat. Contohnya bagaimana bisa terjadi revolusi industri di Inggris serta revolusi Perancis dan Amerika.
c. Membantu Memahami Masalah Global
Kamu tidak bisa hidup sendiri. Kamu membutuhkan teman dan invidu lain. Demikian pula suatu negara, perlu berinteraksi dengan negara lain. Interaksi ekonomi ini banyak di wujudkan dalam perdagangan internasional dan kerja sama ekonomi internasional. Oleh karena itu, kamu tidak perlu heran mengapa ketika negara Indonesia mengalami krisis pada tahun 1998, banyak negara luar negeri yang memberi bantuan.
d. Membantu untuk Bersikap lebih Demokratis
Sikap demokratis di wujudkan dengan menghargai pendapat, pendirian, sikap politik dan pilihan orang lain. Bila kamu mempelajari ekonomi, sikap – sikap ini dapat di wujudkan karena pada dasarnya setiap individu ingin mewujudkan kepentingan pribadinya yang rasional dan hal ini haruslah di hargai.
2. Teori Ekonomi
Pernahkah mengalami peristiwa harga barang mengalami kenaikkan ? Jika harga barang mengalami kenaikan, biasanya permintaan terhadap barang tersebut akan menurun. Bagaimana cara ilmu ekonomi menerangkan fenomena ini ?
Ilmu ekonomi dapat menerangkan peristiwa tersebut dengan teori ekonomi. Ilmu ekonomi dapat memberi penjelasan dan prediksi atas gejala – gejala yang di amati. Penjelasan dan prediksi tersebut berdasarkan teori – teori tertentu. Teori adalah pernyataan atau sekumpulan pernyataan tentang sebab akibat dan aksi – reaksi. Dalam kasus turunnya permintaan karena naiknya harga bisa dijelaskan dengan teori, jika harga naik bisa menyebabkan turunnya permintaan barang/jasa.
3. Model Ekonomi
Berdasarkan teori yang telah di susun sebelumnya, dibentuklah sebuah model ekonomi. Model ekonomi adalah  pernyataan formal sebuah teori. Misalnya rumah tangga membutuhkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan. Teori ini dapat digambarkan dalam model ekonomi, yaitu model siklus kegiatan ekonomi. Siklus kegiatan ekonomi adalah serangkaian kegiatan yang saling berhubungan sehingga dituntut terjadi kerja sama antar pelaku-pelaku ekonomi agar kegiatan ekonomi berjalan serasi dan seimbang sehingga dapat meminimalisir masalah-masalah ekonomi. Dalam model tersebut di jabarkan teori yang telah di kemukakan sebelumnya. Model tersebut mempermudah pemahaman kita terhadap teori yang di kemukakan dengan hanya melihat model siklus kegiatan ekonomi dapat di simpulkan hubungan yang erat antara rumah tangga dan perusahaan.
4. Metode Ekonomi
Dalam melakukan analisis, ilmu ekonomi menggunakan 2 metode yang berguna untuk mengambil keputusan. Metode tersebut adalah sebagai berikut :
1) Metode Deduktif
Metode deduktif adalah analisis ekonomi dengan menggunakan hal umum untuk kemudian di    tarik suatu kesimpulan khusus, Misalnya di jaman kemajuan internet ini semua orang membutuhkan koneksi internet. Kemudian dilakukan penelitian terhadap suatu masyarakat di pedalaman Jambi. Dengan perpegangan kepada asumsi umum tersebut dapat di perkirakan bahwa masyarakat di pedalaman Jambi juga membutuhkan koneksi internet.
2) Metode Induktif
Metode induktif merupakan metode pengambilan keputusan untuk hal – hal yang umum berdasarkan kesimpulan yang besrsifat khusus. Contoh bila harga es krim meningkat, maka kuantitas es krim yang diminta akan menurun. Demikian juga dengan barang dan jasa pada umumnya, bahwa bila harga barang/jasa meningkat, kuantitas yang diminta akan turun.
5. Hukum Ekonomi
Hukum ekonomi adalah hubungan antara peristiwa – peristiwa ekonomi. Sebagai contoh, hukum permintaan dan penawaran yang menyatakan apabila penawaran suatu barang tetap dan permintaan bertambhan, maka barang akan naik, demikian pula sebaliknya. Hukum ekonomi tidak berlaku mutlak seperti halnya dalam ilmu pasti, sebab pada dasranya hukum ekonomi bertitik tolak dari tingkah laku manusia dalam masyarakat. Jadi hukum ekonomi bila keadaan yang lain tetap atau tidak berubah. Keadaan demikian di sebut cateris paribus. Hukum ekonomi tidak berlaku mutlak di sebabkan karena beberapa hal :
1) selera manusia selalu berubah;
2) tingkat kebudayaan manusia selalu berubah;
3) pendapatan masyarakat mengalami perubahan; dan
4) adanya perubahan jumlah penduduk dar waktu ke waktu
Senada dengan hal di atas, Paul A Samuelson (2010) menyatakan bahwa hukum ekonomi hanya berlaku pada derajat rata – rata dan bukan merupakan hubungan pasti. Artinya, perilaku suatu kelompok lebih bisa diramalkan dibandingkan dengan perilaku setiap individu. Pada perilaku kelompok sering kita jumpai tingginya derajat kebenturan  dalam perilaku masyarakat secara keseluruhan sehingga hukum ekonomi bisa berlaku. Hubungan yang terjadi dalam hukum ekonomi di bedakan menjadi berikut :
1) Hubungan kausal (hubungan sebab akibat) ialah suatu peristiwa yang muncul, menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain, kejadian ini tidak dapat berlaku sebaliknya. Contoh gaji pegawai negeri naik, menyebabkan harga mengalami peningkatan sebelum gaji benar – benar di naikkan.
2) Hubungan fungsional ialah hubungan yang saling memengaruhi satu dengan yang lainnya. Contoh permintaan banyak, sedangkan penawaran sedikit, maka harga akan naik. Permintaan sedikit sedngkan penawaran banyak, maka harga akan turun.
C. Pembagian Ilmu Ekonomi
Menurut Alfred W. Stonier dan Doughlas C. Hagues (Rosyidi,2005) ilmu ekonomi di bagi dalam 3 bagian penting, yaitu sebagai berikut:
(1. Ilmu ekonomi deskriptif ( descriptive economics ), yaitu ilmu ekonomi yang mengumpulkan semua kenyataan yang penting tentang topik tertentu. Ilmu ekonomi deskriptif memaparkan kehidupan ekonomi secara apa adanya. Misalnya kondisi perekonomian suatu daerah di tahun 1970.
(2. Ilmu ekonomi teori ( economic theory ), yaitu ilmu ekonomi yang menjelaskan secara sederhana tentang cara suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri – ciri penting dari isitem ekonomi tersebut.
(3.Ilmu ekonomi terapan ( applied economics ), yaitu ilmu ekonomi yang mencoba menggunakan kerangka dasar dari analisis yang di berikan oleh teori ilmu ekonomi teori untuk kemudian di aplikasikan, misalnya analisis ilmu ekonomi diaplikasikan ke dalam ekonomi pembangunan, ekonomi bisnis , dan lain sebagainya.
1. Teori Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro dapat di artikan sebagai ilmu ekonomi kecil. Ekonomi mikro merupakan bagian kecil dari perekonomian secara keseluruhan. Umumnya ekonomi mikro menganalisis proses alokasi sumber daya di tingkat individu, perusahaan, dan industri.
Menurut Prathama Raharja (2008), fokus pembahasn ekonomi mikro terpusat pada 3 aspek, yaitu interaksi di pasar barang, perilaku konsumen dan produsen dan interaksi di pasar faktor produksi.
Suherman Rosyidi (2005) menambhakan teori ekonomi mikro dapat dilihat dari perumpamaan hutan. Ibarat hutan, maka teori ekonomi mikro mempelajari pohon pohon di hutan tersebut. Ini artinya teori ekonomi mikro membahas bagian – bagian kecil dari suatu perekonomian, misalnya individu dan perusahaan. Pokok – pokokyang di bahas dalam teori ekonomi mikro tidak pernah lepas dari skala yang lebih kecil cakupannya, misalnya teori perusahaan dan teori konsumen.
2. Teori Ekonomi Makro
Teori ekonomi makro menganalisa kegiatan ekonomi secara kesuluruhan. Teori ekonomi makro bersifat global dan tidak membahas kegiatan ekonomi yang di lakukan oleh unit – unit kecil dalam perekonomianseperti permasalahan dan individu. Beberapa aspek penting yang di bahas dalam teori ekonomi makro sebagai berikut :
a.Perhitungan pendapatan nasional
b.Keseimbangan nasional dalam perekonomian 2 sektor
c.Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian 3 sektor
d. Kebijakan fiskal
e. Kebijakan moneter
f. Pasar uang dan pasar tenaga kerja
g. Teori inflasi
h. Perdagangan luar negeri, nilai valuta asing, dan neraca pembayaran
i. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi.
3.Membandingkan Ekonomi Mikro dan Makro
Seperti telah di ketahui, ekonomi mikro membicarakan dan membahas unit – unit individu ( perusahaan dan rumah tangga ) seperti pengalokasian pendapatan rumah tangga untuk membeli berbagai barang dan jasa, membahas tentang penentuan tingkat produksi suatu perusahaan agar dapat di peroleh laba pada tingkat yang maksimal, serta membahas biaya perusahaan dalam menghasilkan suatu produksi tertentu, jenis – jenis struktur pasaryang dimasuki perusahaan dan industri ( kumpulan dari perusahaan )
Pada ekonomi makro pembahasaan ekonomi sebagai suatu keseluruhan yang mengabaikan unit – unit individu dan masalah – masalah yang di hadapi individu atau unit – unit tersebut. Dengan demikian, ekonomi makro memusatkan perhatian kepada pembahasan perekonomian secara keseluruhan ( agreat ) atau produksi secara keseluruhan ( total output ) dan tingkat harga umum.
Dilihat dari metode analisis, ekonomi biasanya menganggap produksi total dan tingkat harga umum  dalam perekonomian merupakan sesuatu yang tetap. Kemudian di coba untuk menjelaskan bagaimana harga barang dan produksi dari masing – masing perusahaan terjadi. Akan tetapi, ekonomi makro menggangap bahwa distribusi barang, produksi dan harga relatif tetap. Kemudian di bahas tentang produksi total dan tingkat harga umum serta menjelaskan bagaimana hal ini terjadi.
Bila di tinjau lebih lanjut, pusat perhatian dari ekonomi mikro adalah pada sektor perusahaan yang sifatnya profit oriented (memperoleh laba maksimal ). Dalam uaha memperoleh laba tersebut perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu barang apa yang akan di hasilkan, berapa jumlah dan harga jualnya.
Dari segi kegunaannya, ekonomi mikro bermanfaat untuk pemilihan fakta – fakta penting yang relevan dalam persoalan ekonomi tertentu dan sebagai dasar untuk peramalan bisnis bagi para manajer dalam pengambilan keputusan, sedangkan ekonomi makro membahas isu – isu penting yang selalu di hadapi suatu perekonomian. Analisisnya berusaha memberikan jawaban terhadap pertanyaan – pertanyaan seperti faktor apakah yang menentukan tingkat perekonomian suatu negara, mengapa pertumbuhan ekonomi selalu tidak konstan, serta mengapa pengangguran dan kenaikkan harga selalu terjadi.
Ekonomi makro tidak hanya menerangkan faktor – faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi negara dan keadaan – keadaan yang menciptakan berbagai masalah serta langkah – langkah yang dapat di gunakan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. Jadi cukup jelas perbedaan antara ekonomi mikro dengan ekonomi makro.
D. Tindakan Ekonomi, Motif Ekonomi, dan Prinsip Ekonomi
Kegiatan ekonomi dilaksanakan melalui tindakan ekonomi, motif ekonomi dan prinsip ekonomi. Berikut ini uraian tentang ketiga konsep tersebut.
1. Tindakan Ekonomi
Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh plihan yang baik dan yang paling menguntungkan. Misalnya ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi di bedakan menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut :
a. Tindakan ekonomi rasional yaitu setiap usaha manusia yang di landasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataan demikian.
b. Tindakan ekonomi tradisional, yaitu setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.
2. Motif Ekonomi
Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam 2 yaitu sebagai berikut.
a. Motif intrinsik, yaitu suatu keinginan untuk melakukan tindakan ekonomi atas kemauan sendiri.
b. Motif ekstrinsik, yaitu suatu keinginan untuk melakukan tindakan ekonomi atas dorongan orang lain.
Selanjutnya motif ekonomi di golongkan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
a. Keinginan memenuhi kebutuhan, yaitu tindakan manusia didorong olej hasrat ingin memenuhi kebutuhannya. Contoh seseorang bekerja keras untuk mendapatkan uang agara bisa memenuhi berbagai kebutuhannya sehari hari.
b. Keinginan mendapatkan kekuasaan, yaitu keinginan manusia yang sudah makmur, tetapi masih melakukan tindakan ekonomi karena dorongan untuk memperoleh kekuasaan. Contohnya, pengusaha sukses berupaya mengembangkan usahanya agar perusahannya terkenal dan bisa menguasai pasar.
c. Keinginan mendapatkan penghargaan dari sesama manusia, yaitu tindakan manusia yang di dorong untuk mendapatkan penghargaan. Contohnya karyawan yang rajin agar mendapatkan penghargaan sebagai kayawan teladan dari perusahaannya.
d. Keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan sesama manusia, yaitu tindakan manusia dengan maksud meringankan penderitaan oranglain dan meningjkatkan kesejahteraan masyarakat. Contohnya menyumbangkan dana dan tenaga bagi korban banjir, longsor dan lainnya.
3. Prinsip Ekonomi
Prinsip Ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang di dalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sehingga tercapailah semua tujuan yang dilandasi oleh pikirang yang baik paling menguntungkan.
George Mankiw (2011) mengungkapkan 10 prinsip ekonomi, sebagai berikut :
a. Manusia selalu menghadapi trade off
Artinya untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, maka kita harus mau merelakan atau menyerahkanyang sebenarnya juga beharga bagi kita. Misalnya jika kamu menginginka es krim, kamu harus merelakan uangmu.
Tradeoff yang dihadapi masyarakat adalah effisiensi artinya masyarakat mendapatkan hasil optimal  dari sumberdaya langka yang ada. Dan pemerataan yaitu pembagian hasil yang merata dari sumberdaya langka tersebut terhadap masyarakat.
Efisiensi adalah kondisi dalam masyarakat untuk memperoleh manfaat maksimal dari sumber daya mereka yang terbatas. Sedangkan pemerataan adalah pendistribusian kesejahteraan ekonomi secara wajar ke pada para anggota masyarakat.
b. Biaya
Biaya adalah segala sesuatu yang kamu korbankan untuk memperoleh sesuatu.Bila kamu membeli sepasang sepatu baru, biayanya tidak hanya harga sepatu tersebut, tetapi seluruh uangmu yang kamu bayarkan hingga sepatu tersebut bisa menjadi milikmu. Hal tersebut dalam ilmu ekonomi biasa disebut sebagai opportunity cost.
c. Orang rasional berfikir secara bertahap
Konsep orang rasional berarti seseorang akan melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan, sesuai kesempatan yang ada. Berfikir secara bertahap artinya melihat margin ( garis tepi atau batas ).Kamu harus  melakukan penyesuaian – penyusuaian kecil terhadap suatu rencana yang hendak kamu lakukan.
d. Orang selalu bereaksi terhadap insentif
Dalam hal ini biasanya jika harga suatu barang naik, konsumen akan bereaksi mengurangi pembelian karena ada intentif yaitu harga naik. Demikian pula sebaliknya
e. Perdagangan Menguntungkan Semua Pihak
Pada prinsip ini yang paling ditonjolkan adalah spesialisasi, contohnya yaitu suatu Negara akan memproduksi sesuai kemampuan yang paling optimal ( biaya produksi rendah, kemampuan produksi tinggi, kualitas bagus) yang dimiliki lalu menjualnya ke Negara lain yang tidak optimal produksinya dari barang tersebut dan barang produksi yang tidak bisa dihasilkan secara optimal maka Negara tersebutpun akan membeli dari Negara lain yang produksinya lebih optimal.
f. Pasar secara umum adalah sarana terbaik untuk mengkoordinasikan kegiatan ekonomi.
Dengan menggunakan jenis perekonomian pasar, keputusan-keputusan dari suatu perencanaan yang terpusat, digantikan oleh keputusan-keputusan dari jutaan perusahaan dan rumah tangga. Perusahaan memutuskan siapa yang akan dipekerjakan dan barang apa yang akan diproduksi, kemudian rumah tangga memutuskan akan bekerja di perusahaan mana dan akan membeli barang apa dari penghasilan mereka. Perusahaan dan rumah tangga saling berinteraksi di pasar, dimana harga dan kepentingan-kepentingan pribadi mempengruhi dan memandu keputusan-keputusan yang mereka buat.
g. Pemerintah Kadang Mampu Meningkatkan faktor produksi.
Seperti dalam kasus krisis perekonomian seperti sekarang diamana banyak perisahaan yang bangkrut dan terjadi kegagalan pasar, pemerintah dapat turun tangan dan menyelamatkan perusahaan tersebut dari kebangkrutan, dan menjaga kemampuan produksi sekaligus meminimalisir angka pengangguran dengan cara melakukan buyout, atau pembelian/pengambil alihan sebuah perusahaan oleh pemerintah. Walau begitu pemerintah tidak selalu harus melakukan hal tesebut.
h. Standar hidup negara bergantung pada kemampuan dalam memproduksi barang dan jasa
Apa yang bisa menjelaskan perbedaan-perbedaan yang sangat besar antara satu standar hidup dengan standar hidup lainnya diberbagai Negara di dunia?. Jawabannya cukup sederhana, yaitu kemampuan factor produksi dari suatu Negara. Dinegara dimana para pekerjanya dapat menghasilakan barang dan jasa dalam jumlah besar per satu satuan waktu, sebagian besar masyarakatnya hidup dalam standar hidup yang tinggi. Begitu pula sebaliknya. Hubungannya yaitu tingkat pertumbuhan produktivitas suatu Negara menetukan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-ratanya.
i. Harga-harga akan meningkat jika pemerintah mencetak uang dalam jumlah banyak
Tingginya tingkat peredaran uang akibat dari tingginya produksi uang itu sendiri, menyebabkan nilai dari uang tersebut menjadi semakin kurang berharga yang berdampak pada terjadinya inflasi. Sehingga harga barang naik karena niali dari uang tersebut menurun.
j. Masyarakat menghadapi trade-off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran
Tradeoff antara inflasi dan pengangguran sifatnya hanyalah sementara, namun dapat berlangsung menahun. Dinegara tertentu meningkatnya inflasi akan mengurangi  pengangguran. Namun hal tersebut tampaknya tidak terjadi di Indonesia.

Makalah : Masalah Ekonomi dan Kaitannya dengan Kelangkaan Kebutuhan Manusia



Masalah Ekonomi
dan Kaitannya dengan Kelangkaan
Kebutuhan Manusia

Makalah
Diajukan sebagai tugas pelajaran ekonomi kelas X
Program MIPA







 



KATA PENGANTAR

            Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Mahaesa karena telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan dengan baik serangkaian makalah berjudul “Masalah Ekonomi dan Kaitannya dengan Kelangkaan Kebutuhan Manusia”. Makalah ini disusun sebagai tugas pelajaran ekonomi kelas X.
            Penulis  mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu segala sesuatunya sehingga penulis dapat menyelesaikan serangkaian makalah, yaitu kepada :
1. Orang tua penulis yang telah mendukung dan mendoakan penulis
2. Para narasumber dari berbagai kalangan yang sudah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini.
            Sebagaimana hasil karya manusia yang tak luput dari kekurangan dan kesempurnaan, penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembelajaran siswa, masyarakat, dan pihak lain yang berkepentingan.









Kudus, 3 Agustus 2015
                                                                                                                      Penulis
DAFTAR ISI


i
 
 
HALAMAN JUDUL .......................................................................................
ii
 
KATAPENGANTAR.......................................................................................
iii
 
DAFTAR ISI....................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN...............................................................................
          1.1 Latar Belakang Masalah ................................................
          1.2 Rumusan Masalah.................................................................
          1.3 Tujuan...........................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN.................
2.1 Masalah Ekonomi
          2.2 Kebutuhan Manusia Tidak Terbatas
             2.2.1 Sifat Alami Manusia
             2.2.2 Tingkat Pendapatan
             2.2.3 Lingkungan Alam
             2.2.4 Lingkungan Sosial
             2.2.5 Keemajuan Teknologi Informasi
             2.2.6 Agama dan Kepercayaan
             2.2.7 Akulturasi Budaya
             2.2.8 Perdagangan Internasional
          2.3 Macam – Macam Kebutuhan Manusia
             2.3.1 Kebutuhan Menurut Intensitas Kegunaan
                2.3.1.1 Kebutuhan Primer
                2.3.1.2 Kebutuhan Sekunder
                2.3.1.3 Kebutuhan Tertier
             2.3.2 Kebutuhan Menurut Waktu
                2.3.2.1 Kebutuhan Sekarang
                2.3.2.2 Kebutuhan Masa Depan
             2.3.3 Kebutuhan Menurut Sifatnya
                2.3.3.1 Kebutuhan Jasmaniah
                2.3.3.2 Kebutuhan Rohaniah
             2.3.4 Kebutuhan Menurut Subjeknya
                2.3.4.1 Kebutuhan Individual
                2.3.4.2 Kebutuhan Kolektiv
          2.4 Alat Pemuas Kebutuhan
             2.4.1 Jenis – Jenis Barang
                2.4.1.1 Jenis Barang Menurut Cara Memperolehnya
                   2.4.1.1.1 Barang Ekonomi
                   2.4.1.1.2 Barang Bebas
                   2.4.1.1.3 Barang Illith
                2.4.1.2 Jenis Barang Menurut Kegunaannya
                   2.4.1.2.1 Barang Konsumsi
2.4.1.2.2 Barang Produksi
  2.4.1.3 Jenis Barang Menurut Proses  Produksinya
                   2.4.1.3.1 Barang Mentah Bahan Baku
                   2.4.1.3.2 barang setengah jadi
                   2.4.1.3.3 barang jadi
    2.4.1.4 jenis barang menurut hubungannya dengan barang lain
                    2.4.1.4.1 barang substitusi
                    2.4.1.4.2 barang komplementer
     2.4.2 Kegunaan barang
        2.4.2.1 kegunaan bahan dasar (Elementary utility)
        2.4.2.2 kegunaan bentuk (Form utility)
        2.4.2.3 kegunaan waktu (time utility)
        2.4.2.4 kegunaan tempat (place utility)
        2.4.2.4 kegunaan kepemilikan (ownership utility)
    2.5 Sumber daya
         2.5.1 macam – macam sumber daya
            2.5.1.1 sumber daya alam
            2.5.1.2 sumber daya manusia
               2.5.1.2.1 akhlak yang baik
               2.5.1.2.2 keahlian
               2.5.1.2.3 kekuatan fisik
            2.5.1.3 sumber daya modal
               2.5.1.3.1 modal menurut pemiliknya
                  2.5.1.3.1.1 modal perseorangan
                  2.5.1.3.1.2 modal masyarakat
               2.5.1.3.2 modal menurut wujudnya
                  2.5.1.3.2.1 konkret
                  2.5.1.3.2.2 abstrak
               2.5.1.3.3 Modal menurut bentuknya
                  2.5.1.3.3.1 Uang
                  2.5.1.3.3.2 Barang
               2.5.1.3.4 Modal menurut sifatnya
                  2.5.1.3.4.1 Modal tetap
                  2.5.1.3.4.2 Modal lancar
               2.5.1.3.5 Modal menurut Sumbernya
                  2.5.1.3.5.1 Modal sendiri
                  2.5.1.3.5.2 Modal pinjaman
 2.6 Kelangkaan Sumber Daya
 2.7 Pemanfaatan Sumber Daya
   2.8 Masalah pokok ekonomi
      2.8.1 Barang dan jasa apa yang akan diproduksi (What)
      2.8.2 Bagaimana cara memproduksi ( How )
      2.8.3 Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan  ( for Whom )
2.9. Biaya Peluang (Opportunity Cost)


BAB 1
PENDAHULUAN
     




1.1. Latar Belakang Masalah
 Manusia sering mengeluhkan hidupnya memiliki banyak sekali masalah. Tidak seorang pun yang hidup di dunia ini yang tidak memiliki masalah baik masalah kecil maupun masalah yang besar yang dapat mengancam kehidupannya. Apakah yang menyebabkan permasalahan itu timbul? Bagaimana cara mengatasinya?
Manusia secara alami memiliki banyak sekali kebutuhan yang harus dipenuhi, namun di sisi lain alat pemuas kebutuhan tersebut sangat terbatas. Dari kesenjangan itulah kemudian timbul masalah ekonomi. Tidak setiap masalah berdampak negatif bagi kita. Masalah ekonomi memacu kita untuk dapat menyelesaikannya dan mendorong untuk memanfaatkan seluruh potensi diri dan lingkungannya. Hal ini yang akan membawa bangsa kita pada kemajuan. Walaupun demikian, jika kita salah memanfaatkan seluruh potensi tersebut, hal itu dapat juga membawa ke arah kehancuran.

1.2. Rumusan Masalah
      1. Apa pengertian dari masalah ekonomi ?
      2. Apa pengertian dan faktor penyebab kebutuhan ?
      3. Apa pengertian dan faktor penyabab kelangkaan ?
      4. Apa pengertian biaya peluang ?

1.3. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah
     1. Dapat mengetahui pengertian masalah ekonomi
     2. Dapat mengetahui pengertian kebutuhan
     3. Dapat mengetahui faktor penyebab kebutuhan
     4. Dapat mengetahui pengertian kelangkaan
     5. Dapat mengetahui faktor penyebab kelangkaan
     6. Dapat mengetahui pengertian biaya peluang
 




BAB 2
PEMBAHASAN




2.1. Masalah Ekonomi
Para ahli mengartikan bahwa masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jadi, semakin banyak kita memiliki harapan, semakin banyak pula harapan yang mungkin tidak terkabul. Hal tersebut yang biasanya akan menimbulkan masalah. Masalah ekonomi sendiri mempunyai pengertian masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari – hari baik dalam masalah jual beli, tawar menawar atau ekspor impor.

2.2. Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas
Kebutuhan timbul karena adanya tuntutan fisik dan atau psikis agar dapat hidup layak sebagai manusia sehingga kebutuhan manusia sangat beraneka ragam dan sering tidak dapat dipuaskan. Hal ini menyebabkan kebutuhan menjadi tidak terbatas.
Kebutuhan adalah hasrat yang timbul dalam diri manusia yang jika tidak  terpenuhi  dapat  memengaruhi   kelangsungan     hidupnya. Kebutuhan manusia yang tidak terbatas dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :

     2.2.1. Sifat alami manusia
Sudah menjadi sifat alami manusia untuk tidak cepat puas pada segala sesuatu yang sudah dimilikinya. Ketika sudah mendapatkan sesuatu maka akan muncul kebutuhan lainnya seiring dengan situasi dan kondisi.

2.2.2. Tingkat pendapatan
 Semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang semakin banyak kebutuhan hidupnya. Misalnya, kebutuhan seorang pengusaha kaya berbeda dengan kebutuhan para karyawannya.

2.2.3. Lingkungan Alam
Untuk dapat bertahan hidup maka manusia selalu berusaha untuk menyesuaikan diri dan kebutuhan hidupnya dengan keadaan alam sekitarnya. Kebutuhan hidup di daerah dingin akan berbeda dibandingkan dengan kebutuhan hidup di daerah tropis, baik dari segi makanan, pakaian maupun perumahan.


2.2.4. Lingkungan sosial
Secara naluriah manusia mempunyai kebiasaan meniru tingkah laku orang lain sehingga jumlah dan jenis kebutuhan hidupnya juga akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Seseorang yang tinggal di lingkungan ekonomi tinggi akan terpacu dirinya untuk dapat menyesuaikan dengan lingkungan sosialnya.

2.2.5. Kemajuan teknologi informasi
     Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan kepada seseorang untuk mendapatkan informasi sekaligus membeli suatu barang. Hal tersebut dapat mendorong bertambahnya kebutuhan seseorang.

2.2.6. Agama dan kepercayaan
Perbedaan agama dan kepercayaan yang dianut seseorang mengakibatkan timbulnya berbagai macam kebutuhan yang berbeda sesuai dengan norma agama yang dianutnya.

2.2.7. Akulturasi budaya
Kebudayaan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan hidup seseorang baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan yang datangnya dari luar. Hal ini menyebabkan terbentuknya pola perilaku dan kebiasaan yang berbeda yang akan menimbulkan berbagai macam kebutuhan.

2.2.8. Perdagangan internasional
Adanya perdagangan internasional menimbulkan terjadinya aliran barang dari luar negeri yang dapat mendorong peningkatan kebutuhan hidup.

2.3.  Macam-macam Kebutuhan Manusia
      2.3.1. Kebutuhan menurut Intensitas Kegunaan
          2.3.1.1. Kebutuhan primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang jika tidak terpenuhi      akan mengganggu kelangsungan manusia. Yang termasuk kebutuhan primer adalah makan, minum, pakaian, rumah, dan kesehatan.

           2.3.1.2. Kebutuhan sekunder
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang sangat penting, tetapi jika tidak terpenuhi tidak mengganggu kelangsungan hidup. Misalnya, telepon dan sarana angkutan.


         2.3.1.3. Kebutuhan tertier
Kebutuhan tertier adalah kebutuhan akan barang mewah. Kebutuhan ini lebih cenderung ditujukan untuk menunjukkan status sosial atau prestise seseorang di mata masyarakat. Penafsiran terhadap kebutuhan menurut intensitasnya dapat berbeda pada setiap orang. Bagi orang berpenghasilan tinggi mobil pribadi adalah kebutuhan sekunder, tetapi bagi yang berpenghasilan rendah mobil tersebut menjadi kebutuhan tertier.

2. 3.2. Kebutuhan Menurut Waktu
2.3.2.1.Kebutuhan sekarang
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda. Misalnya, obat bagi orang yang sakit.

2.3.2.2. Kebutuhan masa depan
Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat dilakukan di kemudian hari dan dapat ditunda karena sifatnya tidak mendesak. Misalnya, tabungan dan jas hujan pada musim panas.

  2.3.3. Kebutuhan Menurut Sifatnya
2.3.3.1. Kebutuhan jasmaniah
Kebutuhan jasmaniah adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik. Misalnya,makan, olahraga, dan istirahat.

2.3.3.2. Kebutuhan rohaniah
Kebutuhan rohaniah adalah kebutuhan yang bersifat rohani, berhubungan dengan jiwa manusia. Misalnya, beribadah, bersosialisasi, rekreasi, dan hiburan.

2.3.4. Kebutuhan Menurut Subjek
2.3.4.1. Kebutuhan individual
Kebutuhan Individual adalah kebutuhan perseorangan atau individu. Misalnya, seseorang membutuhkan alat bantu dengar atau kacamata.

2.3.4.2. Kebutuhan kolektif
Kebutuhan Kolektif adalah kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Misalnya, jalan raya, rumah sakit, dan sekolah.


2.4. Alat Pemuas Kebutuhan
Alat pemuas kebutuhan manusia lazimnya disebut produk, yang berupa barang (goods) dan jasa (service). Penggolongan produk menjadi barang dan jasa tersebut berdasarkan atas wujudnya. Alat pemuas kebutuhan berupa barang adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang sifatnya berwujud, dapat dilihat dan diraba. Contohnya, komputer, tas, buku, dan rumah. Alat pemuas kebutuhan berupa jasa adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak berwujud. Contohnya, jasa dokter, guru, arsitek, tukang cukur, dan sopir taksi.

2.4.1. Jenis-jenis Barang
Selain menurut wujudnya, alat pemuas kebutuhan dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis. Jenis-jenis alat pemuas kebutuhan tersebut, antara lain sebagai berikut.

     2.4.1.1. Jenis barang menurut cara memperolehnya
Pemuas kebutuhan dapat dibedakan menurut besarnya pengorbanan yang kita lakukan untuk memperolehnya.

2.4.1.1.1. Barang ekonomi
Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya memerlukan sejumlah pengorbanan tertentu yang biasanya berupa uang. Misalnya, untuk memperoleh makanan kita harus mengeluarkan sejumlah uang. Uang tersebut adalah sebuah pengorbanan.

2.4.1.1.2. Barang bebas
Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang tersedia hampir tidak terbatas sehingga untuk memperolehnya kita tidak membutuhkan pengorbanan dan dapat mengambilnya begitu saja di alam. Misalnya, udara untuk bernapas, pasir di padang pasir, dan es di kutub.

2.4.1.1.3. Barang illith
Barang illith adalah barang yang dibutuhkan tapi jika barang ini melebihi dari yang dibutuhkan justru akan merugikan dan berbahaya. Misalnya, air dan api.



2.4.1.2. Jenis barang menurut kegunaannya
Menurut kegunaannya, barang atau alat pemuas kebutuhan dapatdigolongkan menjadi dua.

2.4.1.2.1. Barang konsumsi
Barang konsumsi adalah barang siap pakai karena manfaatnya langsung dapat diambil. Misalnya, makanan, minuman, danpakaian.

2.4.1.2.2. Barang produksi
Barang produksi adalah barang yang berguna untuk menghasilkan barang yang lain. Barang produksi merupakan istilah lain dari barang modal. Misalnya, mesin jahit dan radio.

2.4.1.3. Jenis barang menurut proses produksinya
Menurut proses produksinya, barang dapat dibedakan sebagai berikut.

2.4.1.3.1. Barang mentah (bahan baku)
Barang mentah adalah bahan dasar untuk membuat barang lain. Barang ini sama sekali belum mengalami proses pengolahan. Misalnya, kapas, kayu, dan hasil tambang.

2.4.1.3.2. Barang setengah jadi
Barang setengah jadi adalah barang yang telah melalui proses pengolahan, tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan karena belum menjadi produk akhir. Misalnya, kainuntuk membuat pakaian, besi untuk untuk membuat pisau, danterigu untuk membuat kue.

                         2.4.1.3.3. Barang jadi
Barang jadi merupakan produk akhir yang telah melalui proses pengolahan dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi sampai menjadi barang yang siap pakai untuk memenuhi kebutuhan manusia.

  2.4.1.4. Jenis barang menurut hubungannya dengan barang   lain
Setiap barang pemuas kebutuhan mempunyai hubungan dengan barang lainnya sesuai dengan fungsi dan peranannya, yaitu sebagaiberikut.
2.4.1.4.1. Barang substitusi
Barang substitusi adalah barang pemuas kebutuhan yang fungsinya dapat menggantikan barang lain atau dapat saling menggantikan. Contohnya, gas dapat menggantikan minyak tanah sebagai bahan bakar.

2.4.1.4.2. Barang komplementer
Barang komplementer adalah barang pemuas kebutuhan yang akan bermanfaat apabila dipakai bersama-sama dengan benda yang lain. Misalnya, mobil dengan bensin, jarum dengan benang, dan kompor dengan minyak tanah.

2.4.2. Kegunaan Barang
Setiap barang mempunyai nilai guna atau manfaat tersendiri atau sering juga disebut utilitas (utility). Pada dasarnya manusia melakukan suatu proses produksi untuk meningkatkan nilai guna suatu barang. Nilai guna suatu barang dapat ditingkatkan tidak saja karena diubah dari bahan mentah menjadi barang setengah jadi, dan kemudian diubah lagi menjadi barang jadi, tetapi setelah menjadi barang jadi pun nilai gunanya dapat terus ditingkatkan.
Oleh karena itu, banyak perusahaan yang melakukan berbagai macam inovasi pada barang-barang yang diproduksinya untuk semakin meningkatkan nilai guna barang tersebut. Misalnya, perkembangan telepon seluler (handphone) yang semakin lama semakin canggih, beragam kegunaannya, serta semakin memudahkan proses kerja manusia. Kegunaan barang umumnya dapat digolongkan sebagai berikut.

2.4.2.1. Kegunaan bahan dasar (Elementary utility)
Kegunaan bahan dasar berarti suatu barang dirasakan kegunaannya karena memiliki bahan dasar tertentu. Misalnya, pasir kuarsa berguna karena mengandung bahan dasar untuk pembuatan kaca.

2.4.2.2. Kegunaan bentuk (Form utility)
Kegunaan bentuk berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi karena perubahan bentuknya. Misalnya, kegunaan sebatang kayu akan meningkat setelah diubah bentuknya menjadi kursi.

2.4.2.3. Kegunaan waktu (Time utility)
Kegunaan waktu berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika digunakan pada waktu yang tepat. Misalnya, jas hujan dan  payung berguna pada saat musim hujan.
2.4.2.4. Kegunaan tempat (Place utility)
Kegunaan tempat berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada tempat yang tepat. Misalnya, perahu berguna ketika berada di lautan.

2.4.2.5. Kegunaan kepemilikan (Ownership utility)
Kegunaan kepemilikan berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada pemilik yang tepat. Misalnya, jala lebih berguna bagi seorang nelayan daripada bagi seorang dokter.

2.5. Sumber Daya
2.5.1.Macam-macam Sumber Daya
Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya manusia harus dapat memanfaatkan sumber daya yang ada seoptimal mungkin. Ada beberapa macam sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

2.5.1.1. Sumber daya alam
Sumber daya alam adalah segala yang ada di alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Alam adalah karunia yang diberikan oleh Tuhan yang akan membawa manfaat besar jika dikelola secara bijaksana. Namun, jika sumber daya ini dieksploitasi secara tidak bertanggung jawab, dapat mendatangkan bencana yang besar pula. Banyak negara yang kecil, tetapi kaya raya karena memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dikelola dengan baik. Misalnya, Brunei Darussalam memiliki sumber daya alam minyak bumi.

2.5.1.2. Sumber daya manusia
Manusia selain sebagai konsumen bagi barang dan jasa juga merupakan sumber daya yang membawa manfaat besar bagi masyarakat apabila kemampuannya dimanfaatkan secara maksimal sebab manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan diberikan kelebihan berupa kecerdasan dan hati nurani. Negara-negara yang memiliki sumber daya alam yang kurang, tetapi memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dapat menjadi negara yang menguasai perekonomian dunia. Misalnya, Jepang dan Singapura. Sumber daya manusia yang berkualitas harus memenuhi unsur - unsur seperti berikut.

2.5.1.2.1. Akhlak yang baik
Akhlak yang baik dapat mendasari segala tingkah laku manusia untuk senantiasa melakukan yang terbaik, jujur, adil, serta berusaha untuk tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Sehingga keberadaannya akan selalu berguna dan tidak sia-sia.

2.5.1.2.2. Keahlian
Manusia yang memiliki keahlian akan dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan target yang telah ditentukan baik dalam segi waktu maupun kualitas. Jadi, manusia yang mempunyai keahlian akan sangat berguna untuk dapat menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas.

2.5.1.2.3. Kekuatan fisik
Kekuatan fisik manusia akan sangat berguna jika diarahkan pada hal-hal yang positif.

2.5.1.3. Sumber daya modal
Modal adalah segala yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Modal dapat meliputi uang, teknologi, peralatan, mesin-mesin, tanah, informasi, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya perhatikan macam-macam modal berikut ini.

2.5.1.3.1. Modal menurut pemiliknya
2.5.1.3.1.1. Modal perseorangan
Modal Perorangan artinya modal tersebut dimiliki oleh perseorangan. Misalnya, gedung dan kendaraan.

2.5.1.3.1.2. Modal masyarakat
Modal Masyarakat artinya modal tersebut dimiliki oleh banyak orang dan untuk kepentingan orang banyak. Misalnya, jalan dan jembatan.

2.5.1.3.2. Modal menurut wujudnya
2.5.1.3.2.1. Konkret
Konkret artinya modal yang jelas wujudnya, tetapi dapat dilihat. Misalnya, gedung, mesin, dan peralatan.

2.5.1.3.2.2. Abstrak
Abstrak artinya modal yang tidak terlihat, tetapi kegunaannya dapat dirasakan. Misalnya, nama baik perusahaan, keahlian karyawan, dan hak cipta.

2.5.1.3.3. Modal menurut bentuknya
2.5.1.3.3.1. Uang
Uang artinya modal berupa dana.

2.5.1.3.3.2. Barang
Barang artinya modal berupa alat yang digunakan dalam proses produksi. Misalnya, mesin, gedung, dan kendaraan.

2.5.1.3.4. Modal menurut sifatnya
2.5.1.3.4.1. Modal tetap
 Modal tetap artinya modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali masa produksi. Misalnya, mesin, kendaraan, dan gedung.

2.5.1.3.4.2. Modal lancar
Modal lancar artinya modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan baku, kertas, dan bahan bakar mesin.

2.5.1.3.5. Modal menurut sumbernya
2.5.1.3.5.1. Modal sendiri
Modal sendiri artinya modal yang berasal dari pemilik perusahaan. Misalnya, saham dan tabungan.

2.5.1.3.5.2. Modal pinjaman
Modal pinjaman artinya modal pinjaman dari pihak lain.

2.6. Kelangkaan Sumber Daya (Scarcity)
Sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sangat terbatas. Kalaupun sumber daya dapat diperbarui, hal itu memerlukan waktu yang sangat lama sehingga tidak dapat mengejar kebutuhan manusia yang semakin bertambah. Sumber daya memiliki sifat-sifat khusus, yaitu merupakan barang langka (scarce) karena jumlahnya terbatas, dapat dipakai dalam penggunaan yang berbeda, dan dapat dikombinasikan dalam berbagai perbandingan untuk menghasilkan barang tertentu. Hal di atas menyebabkan manusia dituntut untuk menggunakan sumbersumber daya tersebut secara cermat dan tepat serta harus tunduk kepada Hukum Kelangkaan (The Law of Scarcity), yang menyatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan tertentu orang harus mengorbankan sesuatu yang lebih dahulu.


2.7. Pemanfaatan Sumber Daya
Sesuai dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia, yaitu sistem demokrasi ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam pun harus berdasarkan kepentingan rakyat banyak. Pemanfaatan sumber daya alam diatur dalam TAP MPR No. IV/MPR/1999 sebagai berikut.
·         Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan, dan investasi dalam rangka meningkatkan daya saing global dengan membuka aksessibilitas yang sama terhadap kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap rakyat dan seluruh daerah melalui keunggulan kompetitif terutama yang berbasis keunggulan sumber daya alam dengan menghapus segala bentuk perlakuan diskriminatif dan hambatan.
·         Mengembangkan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman sumber daya bahan pangan, kelembagaan serta budaya lokal dalam rangka menjamin tersedianya pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu yang dibutuhkan pada tingkat harga yang terjangkau, dengan memerhatikan peningkatan pendapatan petani dan nelayan serta peningkatan produksi yang diatur oleh undang-undang.
·         Meningkatkan persediaan dan pemanfaatan sumber energi dan tenaga listrik yang relatif murah serta ramah lingkungan dan secara berkelanjutan yang pengelolaannya diatur dengan undang-undang.
·         Mengembangkan kebijakan pertanahan untuk meningkatkan pemanfaatan dan penggunaan tanah secara adil, transparan, dan produktif dengan menyamakan hak-hak rakyat setempat, termasuk hak ulayat (wilayah) yang sesuai dan seimbang.
·         Meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik, termasuk transportasi, telekomunikasi, energi, listrik, dan air bersih guna mendorong pemerataan pembangunan, melayani kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, serta membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan terpencil.
·         Mengembangkan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan terpadu yang diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja,peningkatan pengupahan, penjaminan kesejahteraan, perlindungan kerja, dan kebebasan berserikat.
·         Meningkatkan kuantitas dan kualitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan memerhatikan kompetensi, perlindungan, dan pembelaan tenaga kerja.




2.8. Masalah Pokok Ekonomi
Sumber daya yang terbatas menimbulkan paling sedikit tiga masalah pokok dalam perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi. Tiga masalah pokok tersebut adalah sebagai berikut.

2.8.1. Barang dan jasa apa yang akan diproduksi ( What )
Masalah pokok ekonomi yang membutuhkan pemecahan di antaranya adalah barang apa yang akan diproduksi? Barang primer, sekunder, tertier atau ketiganya? Mana yang paling dibutuhkan? Berapa banyak dari masing - masing barang tersebut diproduksi?
Dengan sumber daya yang tersedia produsen harus mampu memutuskan penggunaan barang tersebut untuk sumber daya. Misalnya terdapat sebidang tanah, digunakan untuk apa tanah tersebut? Apakah untuk bercocok tanam? Membangun rumah atau pabrik? Keputusan yang tepat dapat mengatasi beberapa masalah ekonomi dan menekan sedikit kemungkinan timbulnya masalah baru.

      2.8.2. Bagaimana cara memproduksi (How)
Pertanyaan ini menyangkut teknik produksi yang diterapkan dan kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi atau sumber daya alam yang ada di dalam proses produksi. Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu mengombinasikannya bahkan sampai kepada penentu pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam proses produksi.

2.8.3. Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan  ( for Whom )
Pertanyaan ini menyangkut masalah untuk siapa atau lapisan masyarakat yang mana yang menikmati barang dan jasa yang diberikan. Apakah setiap warga negara mendapat bagian yang sama atau berbeda? Apakah pendapatan nasional telah diretribusikan secara adil? Apakah proyek tertentu perlu dilaksanakan agar setiap penduduk dapat mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

Ketiga masalah di atas, yaitu what, how, dan for whom bersifat fundamental dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya serta selalu dihadapi oleh setiap negara, baik negara sedang berkembang maupun negara yang sudah maju. Namun, tidak semua perekonomian dapat memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama.  Kemungkinan-kemungkinan produksi setiap negara untuk memecahkan masalah-masalah pokok yang dihadapai oleh setiap negara tergantung dari sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing negara.

2.9. Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Masalah ekonomi yang dihadapi oleh menusia mendorong manusia untuk selalu bersikap rasional dalam menentukan berbagai pilihan, agar sumber daya alam yang dimilikinya dapat digunakan untuk memuaskan kebutuhan hidup dengan semaksimal mungkin. Dalam ekonomi dikenal istilah biaya peluang (Opportunity Cost).
Biaya peluang adalah biaya yang timbul akibat memilih sebuah peluang terbaik dari beberapa alternatif yang tersedia. Ketika seseorang dihadapkan pada beberapa alternatif pilihan dan harus memilih salah satu di antaranya maka alternatif yang tidak dipilihnya itulah yang menjadi biaya peluang. Seperti juga yang terjadi pada salah satu faktor produksi yaitu tenaga kerja, jika seorang pekerja mengambil salah satu kesempatan atau peluang untuk melakukan suatu produksi maka secara bersamaan dia akan kehilangan peluang untuk melakukan produksi pada bidang lain. Kehilangan kesempatan itulah yang disebut opportunity cost atau biaya peluang.
Setiap orang harus selalu berusaha untuk mendapatkan manfaat tertinggi dari setiap alternatif pilihan dan mengambil biaya peluang yang terendah. Contoh lain dari opportunity cost pada kesempatan kerja adalah Faris ditawari untuk bekerja di suatu perusahaan dengan gaji Rp1.000.000,00 per bulan. Di sisi lain Faris memiliki kemampuan secara keahlian dan modal untuk melakukan produksi suatu barang dengan peluang mendapatkan laba Rp5.000.000,00 per bulan, tetapi setelah melalui proses produksi dan promosi selama 4 bulan. Dari ilustrasi di atas, jika Faris lebih memilih mengambil peluang untuk melakukan produksi sendiri maka dia telah kehilangan peluang untuk bekerja pada orang lain dengan gaji Rp1.000.000,00 selama 4 bulan. Itulah yang dimaksud. dengan biaya peluang. Jadi besarnya biaya peluang bagi Faris selama 4 bulan adalah 4 x Rp1.000.000,00, yaitu Rp4.000.000,00.